Akhir Tahun Rupiah Diprediksi Menguat di Level Rp 14.300 per Dolar AS

Penguatan mata uang emerging market khususnya rupiah dipicu oleh berbagai isu global yang turut melemahkan indeks dolar

Akhir Tahun Rupiah Diprediksi Menguat di Level Rp 14.300 per Dolar AS
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Nilai tukar rupiah kembali terpuruk. Kemarin, kurs spot rupiah melemah 0,36 persen menjadi Rp 14.052 per dollar Amerika Serikat (AS). Serupa, kurs tengah rupiah Bank Indonesia terdepresiasi 0,57 persen ke level Rp 14.036 per dollar AS. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Penguatan mata uang emerging market khususnya rupiah dipicu oleh berbagai isu global yang turut melemahkan indeks dolar Amerika Serikat (AS).

Rupiah menguat 0,25 persen ke level Rp 14.544 per dolar AS di pasar spot, Jumat (23/11/2017).

Penguatan rupiah juga terjadi dalam data Jakarta Interspot Dollar Rate (JISDOR) sebesar 0,27% ke level Rp 14.552 per dolar AS.

Direktur Garuda Berjangka, Ibrahim melihat, faktor menguatnya rupiah dan pelemahan dollar tak lain karena perekonomian Eropa membaik.

Pasalnya Pemerintah Italia yang tengah berunding mengenai anggaran tahun 2019 yang melebihi kuota akan ditelusuri Pemerintah Uni Eropa yang merevisi anggaran belanja tersebut.

Ditambah keputusan Breksit yang sudah ditandatangan dengan musyawarah.

Hal ini membuat dollar lunglai dan rupiah kembali prima.

Tak hanya itu, Ibrahim mencatat data pengangguran di Amerika Serikat (AS) pun meningkat. Itulah yang membuat dolar melemah sementara rupiah menguat.

Kuatnya rupiah yang dalam waktu terbatas, menurut Ibrahim tak lepas dari peran bank sentral AS yang kemungkinan menahan ataupun merevisi kenaikan suku bunga pada tahun 2019 dan 2020.

Ibrahim juga memperkirakan bank sentral Indonesia yang menaikkan suku bunga merupakan stimulus ekonomi ke-16 mampu menguatkan rupiah.

Halaman
12
Editor: galih pujo asmoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved