Tas dan Sandal dari Limbah Kayu Buatan Bejo Laris di Kota Wisata Hingga Tembus Pasar Luar Negeri

Berawal banyaknya limbah kayu jati bekas furniture yang tak terpakai di sekitar tempat tinggalnya membuat ide kreatif seorang pemuda Batang muncul.

Tas dan Sandal dari Limbah Kayu Buatan Bejo Laris di Kota Wisata Hingga Tembus Pasar Luar Negeri
TRIBUN JATENG/DINA INDRIANI
Bejo Prichatianto saat proses pembuatan tas dan sandal kayu basecamp Deka Deko Create yang terletak di Dukuh Dampyak, Desa Boja, Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang, Senin (26/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dina Indriani

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Berawal dari banyaknya limbah kayu jati bekas furniture yang tak terpakai di sekitar tempat tinggalnya membuat ide kreatif seorang pemuda asal Batang, Jawa Tengah Bejo Prichatianto muncul.

Tak ingin membuat sesuatu yang biasa, pemuda yang kerap disapa Bejo itu pun menyulap limbah kayu jati menjadi beberapa macam produk seperti tas dan kayu.

Di basecamp kerajinan tempat ia memproduksi yang biasa disebut Deka Deko Create yang terletak di Dukuh Dampyak, Desa Boja, Kecamatan Tersono inilah Bejo bisa membuat 50 pasang sandal kayu dan lima tas kayu dibantu beberapa rekannya.

Raup Jutaan Rupiah dari Kerajinan Tas Berbahan Dasar Koran

Asiknya Main Pasir di Pantai Ujung Negoro Batang, Selalu Ramai saat Akhir Pekan

Tas dan kayu milik Bejo pun ia beri brand sendiri yakni BJO, atas kreatifitasnya itu produk tas dan sendal BJO mampu menarik minat konsumen di Kota Wisata seperti Bali, Jogja.

Bahkan dengan koneksi pasar yang memadai, ia kini bisa memasarkan produk miliknya hingga ke beberapa negara yaitu Singapura, Malaysia.

Berkat produksi tas dan sandal itu, ia mampu menambah pundi-pundi ekonomi keluarga.

"Awalnya, karna banyak limbah kayu jati yang tak terpakai, sayang sekali kalau dibiarkan kemudian saya berfikir ingin membuat sesuatu yang beda dan terbesit ide membuat tas dan sandal dari kayu, yang alhamdulillah ternyata diluar dugaan saya banyak peminatnya bahkan kemarin saya habis kirim ke Malaysia dan Singapura, kalau Indonesia kebanyakan di kota wisata seperti Bali dan Jogja," terangnya kepada Tribunjateng.com, di rumah produksi Deka Deko Create, Senin (26/11/2018).

Dikatakan Bejo kelebihan, tas dan sandal buatannya mengutamakan sisi keindahan, keunikan, keawetannya.

"Kalau kelebihannya sendiri, saya mengutamakan sisi keindahannya, keunikannya dari pada bahan bahan pada umumnya, kemudian juga lebih awet," ujarnya.

Dalam produksinya, Bejo mengaku terkendala bahan aksesoris yang tidak ada di Batang sehingga ia harus mencarinya di Semarang hingga Jogja.

"Kalau kendalanya itu malah pada aksesorisnya seperti tali tas atau karet sandalnya di Batang masih susah, jadi saya harus cari di Semarang dan Jogja," sambungnya.

Untuk harga, satu pasang sandal Bejo membrandol Rp 100 ribu, sedangkan untuk tas berkisar Rp 500 ribu. (*)

Penulis: dina indriani
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved