Demo Tolak PT RUM, Pihak PT RUM Sebut Bau yang Dihasilkan di Pabrik Tidak Membahayakan

Demo menolak asap bau yang ditimbulkan PT RUM terjadi di Kantor Pemkab Sukoharjo, Selasa (27/11/2018)

Demo Tolak PT RUM, Pihak PT RUM Sebut Bau yang Dihasilkan di Pabrik Tidak Membahayakan
Tribun jateng/akbar hari mukti
Aksi demonstrasi di Pemkab Sukoharjo, Selasa (27/11/2018), terkait pencemaran udara hasil dari asap yang dikeluarkan dari cerobong PT RUM. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SUKOHARJO - Demo menolak asap bau yang ditimbulkan PT RUM terjadi di Kantor Pemkab Sukoharjo, Selasa (27/11/2018).

Pihak PT RUM pun menuturkan bau yang dihasilkan di pabrik tersebut sudah tak membahayakan, meski tak menyangkal bahwa bau-bauan busuk masih ada.

Haryo, GM HRD PT RUM saat berada di Kantor Pemkab Sukoharjo mengatakan pihaknya akan berupaya terus untuk menghilangkan bau yang ditimbulkan dari pabrik tersebut.

Pembenahan dilakukan agar bau-bauan bisa mengurang atau bahkan hilang.

"Kita berusaha terus supaya menjadi lebih baik," paparnya.

Ia mengklaim sebenarnya sudah ada kemajuan yang dibuat pabrik itu untuk mengurangi polusi yang ditimbulkan.

Bahkan ia mengatakan, berdasar keterangan ahli teknik kimia Universitas Gadjah Mada (UGM) saat studi banding di PT RUM, polusi yang dihasilkan tak membahayakan.

"Mereka melakukan kunjungan lapangan. Menurut mereka sudah tak menimbulkan bahaya bagi kesehatan. Sudah normal," terang dia.

Meski begitu ia membenarkan bau yang ditimbulkan dari pabrik masih ada hingga sekarang. Ia menilai, kalau bau-bauan tersebut tak membahayakan maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

"Sekarang pun sifatnya kadang kadang saja kok baunya. Begitu kita lakukan pembersihan muncul bau itu. Tapi secara umum sudah tak ada. Kita akan memasang alat tambahan untuk mengurai bau itu menjadi H2SO4," paparnya.

Sementara terkait demo yang terjadi, Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya akhirnya menerbitkan SK penghentian sementara aktivitas PT RUM mulai 2 Desember 2018, hingga pabrik itu bisa menyelesaikan masalah polusi udara yang dihasilkan.

Tetapi Wardoyo mengaku tak bisa merealisasikan tuntutan warga terdampak polusi udara PT RUM yang ingin pabrik tersebut tutup.

"Tidak bisa itu. Nonsense (tak masuk akal)," urai dia. (*)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved