IRONI! Sekolah Tahan Ijazah, Siswa di Kabupaten Demak Putus Sekolah. Pak Sekda: Sangat Disayangkan

Sekda Kabupaten Demak, Singgih Setyono mengunjungi rumah Nur Solekhah yang ijazah anaknya ditahan sekolah.

IRONI! Sekolah Tahan Ijazah, Siswa di Kabupaten Demak Putus Sekolah. Pak Sekda: Sangat Disayangkan
TRIBUN JATENG/ALAQSHA GILANG IMANTARA
Sekda Kabupaten Demak, Singgih Setyono mengunjungi rumah pengrajin tenun troso di Desa Tedunan, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak pada Selasa (27/11/2018) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Alaqsha Gilang Imantara

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Demak, Singgih Setyono beserta rombongan mengunjungi rumah pengrajin Tenun Troso di Desa Tedunan, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, pada Selasa (27/11/2018).

Sekda Kabupaten Demak, Singgih Setyono, mendapat laporan dari Camat Wedung, Mulyanto jika ijazah SMP putra dari Nur Solekhah atas nama Muhammad Rochis Afandi (17) ditahan oleh pihak sekolah sejak tahun 2014 silam.

Akibat ijazahnya ditahan pihak sekolah menjadikan Muhammad Rochis Afandi putus sekolah.

Ironisnya, ijazah Sekolah Menengah Pertama (SMP) tidak diberikan oleh pihak sekolah sejak tahun 2014 silam.

Diterjang Banjir Rob, Kepala SMA Muhammadiyah 2 Demak Harus Salin Ulang Dokumen Akreditasi

Polisi Tangkap Pemalsu Dokumen Negara di Tegal, Dari Ijazah hingga Akta Lahir

“Pak Camat harus tahu masalah seperti ini. Bagaimanapun ini permasalahan yang menyangkut masa depan warga,” ujar Sekda Kabupaten Demak, Singgih Setyono, di hadapan Camat Wedung, Mulyanto.

Akibatnya, anaknya terpaksa bekerja sebagai tukan tenun troso lantaran tidak dapat melajutkan sekolah.

Sekda Kabupaten Demak, Singgih Setyono, menyayangkan hal tersebut terjadi dan tidak diketahui oleh pemerintah desa setempat.

Satreskrim Polres Demak Bersama Bulog Pantau Stok dan Harga Beras Jelang Natal dan Tahun Baru

“Sangat disayangkan jika pemerintah desa tidak mengetahui ada persoalan seperti ini,” ungkap Singgih.

Sementara itu, Bupati Demak, M Natsir, mengatakan, hal ini harus segera diselesaikan dan pemerintah desa harus membantu warganya.

“Tidak boleh ada yang putus sekolah, apalagi gara gara ijazah ditahan. Secepatnya anak ini harus mengikuti kejar paket C,” kata Natsir. (*) 

Penulis: Alaqsha Gilang Imantara
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved