Lelah Terus Menghirup Udara Menyengat yang Dihasilkan PT RUM, Pendemo Ancam Aksi Lanjutan

Aksi demonstrasi ribuan orang menolak asap limbah PT RUM dilakukan di depan Kantor Pemkab Sukoharjo

Lelah Terus Menghirup Udara Menyengat yang Dihasilkan PT RUM, Pendemo Ancam Aksi Lanjutan
Tribun jateng/akbar hari mukti
Aksi demonstrasi di Pemkab Sukoharjo, Selasa (27/11/2018), terkait pencemaran udara hasil dari asap yang dikeluarkan dari cerobong PT RUM. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SUKOHARJO - Aksi demonstrasi ribuan orang menolak asap limbah PT RUM dilakukan di depan Kantor Pemkab Sukoharjo, Selasa (27/11/2018).

Para pendemo mengancam akan melakukan aksi lanjutan besar-besaran apabila tuntutan yakni penghentian proses produksi tak direalisasi.

Korlap aksi, Budi Setiarto memaparkan, ancaman yang para pendemo lakukan tak main-main.

Mereka merasa lelah terus menghirup udara menyengat yang dihasilkan PT RUM.

"Jika tuntutan tak dipenuhi maka kita lakukan aksi terus, sebelum tuntutan dipenuhi. Kita akan terus berjuang," katanya.

Disinggung terkait SK Bupati Sukoharjo yang berisi penghentian sementara PT RUM selama 18 bulan sejak Februari 2018 hingga bisa mengatasi masalah pencemaran, menurutnya PT RUM seakan tak peduli dengan hal tersebut.

Pasalnya sebelum 18 bulan, PT RUM diketahui mengajukan trial untuk produksi.

"Tetapi dalam trial itu ternyata masih bau busuk. Saat kami menuju ke pabrik tersebut, mereka meminta 5 hari untuk memperbaiki. Tapi sudah 5 hari lebih tetap bau," tuturnya.

Hal itu, ujarnya, merupakan bukti bahwa PT RUM tak dapat memperbaiki masalah bau menyengat yang dihasilkannya.

"Kami dibohongi terus. Pihak Dinas LHK Sukoharjo juga telah mengstakan ada kebocoran. Kita akan tetap menuntut," terang dia.

Sekali lagi ia menegaskan akan terus memperjuangkan agar warga sekitar PT RUM dapat menghidup udara bersih tanpa polusi lagi.

"Masa 18 bulan kita kasih racun terus. Nanti banyak korban. Seolah pihak PT RUM selalu mengabaikan," ujarnya. (*)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved