Bertaruh Nyawa di Balik Manisnya Industri Gula Kelapa
Penyadap nira atau acap disebut penderes termasuk matapencaharian paling banyak digeluti oleh masyarakat Banyumas
Penulis: khoirul muzaki | Editor: muslimah
Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki
TRIBUNJATENG COM, BANYUMAS - Penyadap nira atau acap disebut penderes termasuk matapencaharian paling banyak digeluti oleh masyarakat Banyumas.
Ribuan kepala rumah tangga di Banyumas menggantungkan ekonomi keluarganya dari pekerjaan ini.
Profesi ini jadi ujung tombak kelangsungan industri gula kelapa di Banyumas yang telah memasuki pangsa ekspor.
Tak ayal, Pemerintah Kabupaten Banyumas memberikan perhatian serius kepada keberlanjutan industri yang ikut menopang perekonomian daerah ini.
Perhatian itu bukan hanya berhenti di tahap produksi maupun pemasaran, namun juga terhadap penyedia bahan baku gula kelapa, tak lain penderes.
Mereka saban hari berburu nira di pucuk pohon kelapa sebelum dipasok ke pengrajin untuk diolah menjadi gula kelapa.
Tetapi bagian pekerjaan ini ternyata paling berisiko. Saban hari, setiap penderes bisa memanjat puluhan pohon kelapa untuk mengambil nira.
Jika tak hati-hati atau terjadi kesalahan sedikit saja, tubuh mereka bisa terjatuh. Nyawa pun jadi taruhan.
Menyadari tingginya risiko kecelakaan kerja itu, Pemerintah Kabupaten Banyumas mengalokasikan anggaran khusus untuk memberikan kompensasi kepada penderes yang mengalami kecelakaan kerja.
Sebanyak Rp 1,2 miliar dari APBD digelontorkan untuk bantuan sosial bagi para penderes yang celaka saat menderes.
"Untuk korban meninggal dapat Rp 5 juta, untuk yang cacat dapat Rp 10 juta," kata Kasubag Sosial Kesehatan dan KB Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Setda Kabupaten Banjarnegara
Hingga saat ini di tahun 2018, kata dia, terdapat 63 penderes di Banyumas yang dilaporkan mengalami kecelakaan kerja atau terjatuh dari pohon. Dari jumlah itu, 9 di antaranya dinyatakan meninggal dunia.
Diprioritaskan kepada pemegang kartu penderes. Tetapi tidak menutup kemungkinan, penderes yang belum memiliki kartu pun bisa mengajukan permohonan bantuan sosial jika terjadi kecelakaan kerja.
Tasroh mengakui, dari tujuh ribuan penderes yang tersebar di Banyumas, belum semuanya, atau baru 80 persen di antaranya yang memegang kartu penderes.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/penderes-nira-jatuh.jpg)