Mulai Tahun Depan Honorer di Pemkot Tegal Dapat Kenaikan Upah

Tenaga non ASN atau honorer di lingkungan Pemkot Tegal akan mendapatkan kenaikan upah pada tahun 2019 mendatang

Mulai Tahun Depan Honorer di Pemkot Tegal Dapat Kenaikan Upah
Tribunjateng.com/Akhtur Gumilang
Ketua DPRD Kota Tegal, Edy Soeripno (tengah) saat menyetujui APBD tahun 2019 mendatang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Tenaga non ASN atau honorer di lingkungan Pemkot Tegal akan mendapatkan kenaikan upah pada tahun 2019 mendatang.

Hal itu muncul setelah DPRD Kota Tegal menyetujui usulan kenaikan honor pada APBD 2019.

Dengan itu, diharapkan pelayanan kepada masyarakat dapat lebih ditingkatkan.

Ketua DPRD Kota Tegal, Edy Soeripno mengatakan dalam APBD 2019, honor tenaga non ASN mengalami kenaikan dan penambahan anggaran dari Rp 9 Milyar menjadi Rp 13 Milyar.

Menurut dia, Dewan menyetujui usulan itu dengan pertimbangan nilai kewajaran dan menyesuaikan UMK di Kota Tegal.

"Tentunya standar pemberian honor ini tetap mengacu pada standar kerja yang variabelnya didasarkan pada jenjang pendidikan. Untuk honorer dengan pendidikan SMA minimal dari Rp 800 ribu menjadi Rp 1,5 juta," kata Edy kepada Tribunjateng.com, Jumat (30/11/2018).

Edy menyebut total kenaikan keseluruhan mencapai Rp 4 Milyar.

Pihaknya berharap kenaikan anggaran ini dapat bermanfaat dan memacu semangat kerja dari honorer non ASN.

Dari segi perhitungan, kata Edy, kenaikan itu termasuk juga untuk para penjaga sekolah, kelurahan, dan pasar.

Menurutnya, DPRD juga mendorong agar fungsi pelayanan pemerintah daerah dapat dioptimalkan dengan bekerja sepenuh hati dengan melayani dan melindungi masyarakat.

"DPRD juga menekankan kepada Pemkot untuk mendisiplinkan OPD, khususnya yang berhubungan langsung pada pelayanan masyarakat, misalnya di RSUD Kardinah. Layanan itu diharapkan agar pelayannya dapat ditingkatkan," tandasnya.

Terkait banyaknya keluhan pelayanan, bagi Edy, isu tersebut menjadi yang cukup keras dibicarakan.

Maka, perawat dan tenaga medis lainnya diharapkan dapat meningkatkan etos kerja dan semangat kerja juga pendisiplinan.

Selain itu, unit pelayanan admistrasi seperti di kelurahan dan kecamatan perlu dilakukan penataan kedisiplinan. (*)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved