Bawaslu Kota Semarang Layangkan Surat Teguran pada 3 Caleg Sekaligus

Naya Amin Zaini mengungkapkan, ketiga surat teguran tertulis itu dikeluarkan oleh Bawaslu Kota Semarang untuk tiga pelanggaran administrasi berbeda

Bawaslu Kota Semarang Layangkan Surat Teguran pada 3 Caleg Sekaligus
Istimewa via Tribun Pontianak
ILUSTRASI. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Semarang kembali memberikan surat teguran kepada calon legislatif peserta Pemilu 2019. Kali ini, surat peringatan tertulis ditujukan kepada tiga caleg sekaligus. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Semarang kembali memberikan surat teguran kepada calon legislatif peserta Pemilu 2019.

Kali ini, surat peringatan tertulis ditujukan kepada tiga caleg sekaligus.

Ketiga teguran tertulis itu diberikan kepada 1 orang calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Jawa Tengah, 1 orang caleg Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dapil 1 Kota Semarang yang berinisial CB dan 1 caleg Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dapil 5 yang berinisial TL.

Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kota Semarang, Naya Amin Zaini mengungkapkan, ketiga surat teguran tertulis itu dikeluarkan oleh Bawaslu Kota Semarang untuk tiga pelanggaran administrasi yang berbeda.

Dua kasus ditangani Bawaslu sedangkan satu kasus yaitu pelanggaran Caleg PKS ditangani Panwaslu Kecamatan Ngaliyan.

"Ada tiga kriteria pelanggaran administrasi yang ditemukan yaitu pelanggaran kegiatan kampanye yang tidak sesuai dengan STTP yang dilakukan oleh calon DPD," kata Naya, Senin (3/12/2018).

Selanjutnya, tambah Naya, pelanggaran kegiatan kampanye yang dilakukan oleh salah satu caleg DPRD di Kota Semarang tanpa Surat Pemberitahuan Kampanye (SPK) dan STTP dan yang terakhir pelanggaran administrasi terkait penyebaran bahan kampanye yang tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

"Sesuai pasal 30 ayat 2 PKPU Nomor 33 Tahun 2018 juncto PKPU Nomor 28 Tahun 2018 juncto PKPU Nomor 23 Tahun 2018 tentang kampanye Pemilu bahan kampanye sudah diatur secara rigid, sehingga penyebaran bahan kampanye di luar yang diatur seperti buku kumpulan doa harian yang disebarkan caleg PKS di kelurahan Podorejo Kecamatan Ngaliyan ini termasuk pelanggaran administrasi," jelas Naya.

Dalam surat teguran tersebut, dikatakannya, Bawaslu Kota Semarang memperingatkan peserta pemilu yang dimaksud agar tidak mengulangi dan mengimbau kepada elemen peserta pemilu di atas untuk melakukan kegiatan kampanye sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved