Disnakerin Kota Tegal Siapkan Sanksi Bagi Perusahaan Yang Tidak Terapkan UMK

Apabila ada perusahaan yang tidak bisa menerapkan UMK, maka Disnakerin bakal menjatuhkan sanksi

Disnakerin Kota Tegal Siapkan Sanksi Bagi Perusahaan Yang Tidak Terapkan UMK
Tribun Jateng/Akhtur Gumilang
Kepala Disnakerin Kota Tegal, Heru Setyawan 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kota Tegal siap mengawal penerapan Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) yang telah ditetapkan sebesar Rp 1.762.000.

Apabila ada perusahaan yang tidak bisa menerapkan UMK, maka Disnakerin bakal menjatuhkan sanksi sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 pasal 90 ayat (1) tentang Ketenagakerjaan.

Kepala Disnakerin Kota Tegal, Heru Setyawan menyebut, sanksi tersebut bisa berupa denda administrasi kepada perusahaan.

"Namun sebelum itu, kami tentu akan melayangkan surat peringatan atau teguran terlebih dahulu," ungkap Heru kepada Tribunjateng.com, Selasa (4/12/2018).

Untuk mewadahi para pekerja yang tidak mendapatkan UMK, pihaknya telah membuka layanan pengaduan khusus.

Menurut Heru, pengaduan bisa ke nomer 08816408927 dan Telepon/Fax, 0283-351729 0283-341845.

Kemudian, laporan juga bisa dikirimkan melalui email ke disnakerin.tegalkota@gmail.com .

"Jika kirim ke sana. Kami siap merespon cepat dan menindak," imbuh Heru.

Lebih lanjut, dia juga memberitahu perusahaan yang tidak mampu menerapkan UMK dapat mengajukan permohonan penangguhan pelaksanaan kepada Gubernur Jawa Tengah.

Pengajuan itu, tambah dia, paling lambat harus dikirim 10 hari sebelum tanggal berlakunya upah minimum, tepatnya 21 Desember 2018 pukul 16.00 WIB.

"Permohonan penangguhan itu didasarkan atas kesepakatan tertulis antara pengusaha dengan pekerja/buruh atau serikat pekerja/serikat buruh yang tercatat di Disnakerin daerah. Berarti kalau di sini bersama pihak kami," jelasnya. (*)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved