Wali Murid Minta SMPN 16 segera Dibangun, Disdik Siapkan Empat Lokasi Sekolah Terdampak Tol

Pintu masuk sekolah tidak lagi melalui gerbang utama yang berseberangan langsung dengan jalan raya, melainkan harus melalui Jalan Panembahan Senopati

Wali Murid Minta SMPN 16 segera Dibangun, Disdik Siapkan Empat Lokasi Sekolah Terdampak Tol
Tribun Jateng/ Dhian Adi Putranto
Ilustrasi Jalan Tol 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Proses pembangunan jalan tol Semarang-Batang yang melalui wilayah Kecamatan Ngaliyan, Semarang membuat beberapa rumah dan sekolah harus dipindah, termasuk SMPN 16 Semarang yang berada di Jalan Prof Dr. Hamka, Ngaliyan Semarang.

Berdasar pantauan Tribun Jateng pada hari Senin (3/12) siang, sebagian bangunan sekolah yang dominan berwarna hijau ini sudah tidak ada dan ditutupi dengan pagar seng.

Pintu masuk sekolah tidak lagi melalui gerbang utama yang berseberangan langsung dengan jalan raya, melainkan harus melalui Jalan Panembahan Senopati, atau gang setelah sekolahan.

Tak jauh dari lokasi sekolah, proses pembangunan jalan tol tetap berjalan seperti biasa. Namun tepat di seberang sekolah, terdapat sebuah spanduk persegi panjang warna merah yang bertuliskan

"Kami sangat khawatir dengan keselamatan anak kami dengan adanya proyek tol. SEGERA RELOKASI SEKOLAHAN". Di bawah tulisan tersebut tertanda wali murid.

Ketika Tribun Jateng mencoba untuk mengonfirmasi ke pihak sekolah SMP N 16 Semarang pukul 13.30, tidak ada guru yang berani memberi tanggapan. Terlebih kepala sekolahnya juga sudah meninggalkan tempat. Saat dimintai nomor telepon kepala sekolah, tidak ada guru yang berani memberikan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Sapotogiri, saat dihubungi menjelaskan proses pemindahan sekolah dalam tahap perizinan lahan. Ada empat lokasi lahan yang sudah disasar Dinas Pendidikan untuk menjadi lokasi pemindahan SMPN 16 Semarang.

"Untuk sementara ada empat lokasi yang kami sasar, jaraknya tidak lebih dari dua kilometer dari sekolahan. Saat ini prosesnya masih dalam appraisal dan tergantung dari PPK (Perjanjian Pemenuhan Kewajiban)," ucapnya.

Sapto, juga menampung aspirasi wali murid yang ingin pemindahan sekolah tidak jauh dari lokasi sebelumnya. Ia mengakui terkendala dengan pemilihan lokasi baru sekolah karena padatnya wilayah Kecamatan Ngaliyan.

"Sebenarnya dinas punya lahan di BSB, tetapi banyak wali murid yang menolak karena terlalu jauh. Maka kami carikan jalan yang terbaik. Paling tidak minimal harus ada lahan 1 hektare untuk membangun sekolah baru," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: faisal affan
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved