Difabel di Kudus Ini Buat Miniatur Berbahan Bambu Bekas

Tangan kanan Zaenudin begitu lihai memotong bambu hingga menjadi ukuran kecil nan tipis

Difabel di Kudus Ini Buat Miniatur Berbahan Bambu Bekas
Tribunjateng.com/Rifqi Gozali
Difabel di Kudus Buat Miniatur Berbahan Bambu Bekas 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Tangan kanan Zaenudin begitu lihai memotong bambu hingga menjadi ukuran kecil nan tipis. Bambu yang sudah dipotong itu siap untuk disusun menjadi sebuah miniatur.

Lelaki bernama lengkap Muhammad Zaenudin merupakan difabel yang tinggal di Desa Tergo RT 4 RW 4, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Pria beranak satu ini, tangan kirinya telah tiada sejak Desember 2017. Namun keterbatasan akibat kecelakaan kerja yang menghilangkan bagian tubuhnya tak membuatnya surut untuk berkarya.

Kini karyanya mulai dikenal orang di sekitarnya. Miniatur rumah yang dibuatnya bernilai ekonomi. Hal itulah yang membuatnya tetap bisa mencari rezeki meski tangan kirinya terpaksa diamputasi.

"Setelah kecelakaan kerja yang membuat tangan kiri saya hilang, saya baru berpikir untuk berkarya. Membuat miniatur," kata Zaenudin saat ditemui di kediamannya, Rabu (5/12/2018).

Kali pertama dia membuat miniatur, berbahan baku stik es krim. Hasilnya rupanya laku dijual. Akhirnya dia kembali membuat miniatur demi dapur agar tetap mengepul. Namun dia mulai beralih ke bahan baku bambu. Mengingat dia tinggal di desa yang letaknya di lereng Gunung Muria, bisa dengan mudah ditemui bambu.

Bambu yang dia pilih merupakan bambu bekas. Bambu yang sudah tak beguna disulap sedemikian rupa sampai akhirnya jadi karya seni yang sarat nilai ekonomi.

Pertama-tama, bambu dipotong sampai berukuran kecil dan tipis. Untuk membuat miniatur, potongan bambu tersebut saling diakitkan dengan perekat berupa lem.

Untuk membuat satu miniatur rumah misalnya, dia butuh seminggu sampai dua minggu. Selain miniatur rumah, dia juga mampu membuat miniatur masjid, Menara Kudus, kapal, atau miniatur sepeda motor.

"Harganya dari Rp 100 ribu sampai Rp 500 ribu. Disesuaikan dengan ukuran dan tingkat kerumitan," katanya.

Untuk mempercantik hasil karyanya, Zaenudin melapisi miniatur buatannya dengan plitur. Hasilnya, miniatur buatannya memiliki warna yang lebih natural dan sedap dipandang.

Sejauh ini untuk memasarkan karyanya, dia hanya lewat jalur pertemanan. Kalau ada yang memesan, dia pun siap membuatkan.

"Saya jualnya ke teman. Kadang juga ada yang pesan, kemudian saya buatkan," katanya. (*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved