Kenaikan Harga Bawang Merah dan Bahan Bakar Picu Inflasi di Jateng

Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng mencatat inflasi di provinsi ini pada November 2018 sebesar 0,24 persen, dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar

Kenaikan Harga Bawang Merah dan Bahan Bakar Picu Inflasi di Jateng
TRIBUNJATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Sulitnya memperoleh air untuk mengairi lahan bawang mengharuskan mereka untuk memanen sebelum waktunya. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng mencatat inflasi di provinsi ini pada November 2018 sebesar 0,24 persen, dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 132,40.

Angka inflasi Jateng itu tercatat lebih rendah dari angka inflasi nasional sebesar 0,27 persen.

Kepala BPS Jateng, Sentot Bangun Widoyono mengatakan, inflasi di Jateng terjadi karena kenaikan indeks pada semua kelompok pengeluaran, antara lain kelompok transpor komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,43 persen.

Selain itu, kelompok bahan makanan sebesar 0,36 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau; dan kelompok sandang masing masing sebesar 0,20 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,16 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,11 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,02 persen.

"Penyebab utama inflasi Jateng pada November adalah naiknya harga bawang merah, bahan bakar, beras, telur ayam ras, dan angkutan udara semen," katanya, Senin (3/12).

Di sisi lain, menurut dia, ada hal yang cukup menekan laju inflasi di Jateng, yakni turunnya harga semangka, bawang putih, kangkung, bayam, dan pepaya.

Sentot menuturkan, inflasi juga terjadi di enam kota/kabupaten di Jateng meliputi Purwokerto, Cilacap, Kudus, Tegal, Surakarta, dan Kota Semarang.

Inflasi tertinggi tercatat di Purwokerto sebesar 0,32 persen dengan IHK 131,18. Cilacap mengalami inflasi sebesar 0,31 persen dengan IHK 137,11.

Selain itu, di Kudus terjadi inflasi sebesar 0,29 persen dengan IHK 140,25, Kota Tegal sebesar 0,26 persen dengan IHK 130,74, dan Kota Surakarta sebesar 0,22 persen dengan IHK 128,57. "Inflasi terendah terjadi di Kota Semarang sebesar 0,21 persen dengan IHK 132,22," paparnya. (*)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved