Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Semarang Akan Adakan Edutainment

Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Semarang akan mengadakan edutainment pada Kamis (13/12/2018) mendatang.

Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Semarang Akan Adakan Edutainment
GOOGLE
Ilustrasi HIV/AIDS 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Amanda Rizqyana

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Semarang akan mengadakan edutainment pada Kamis (13/12/2018) mendatang.

Acara tersebut bagian dari peringatan Hari AIDS Sedunia yang telah berlangsung pada Sabtu (1/12/2018) lalu.

KPA menggandeng Sokoguru dan perusahaan seperti Apac Inti Corpora, Ungaran Sari Garment, Nada Surya Tunggal, Morich Indo Fashion, Coca-Cola Amatil Indonesia, Bina Guna Kimia, Pertiwi Indo Mas, hingga Sumbiri. Selain itu terdapat dukungan dana dari beberapa perusahaan lain.

Menurut penuturan Ketua KPA Kabupaten Semarang, Taufik Kurniawan, kegiatan ini bertujuan sebagai silaturahim pegiat HIV di lingkungan perusahaan, sosialisasi kepada masyarakat umum di wilayah Bawen, dan secara spesifik kegiatan ini menyasar kelompok-kelompok di Terminal Bawen.

"Sebelumnya, kami sudah melakukan kegiatan silaturahim dan sosialisasi di perusahaan-perusahaan yang berada di Kecamatan Bawen, Bergas, Ungaran, Pringapus, dan Tengaran," papar Taufik.

Ia pun berencana mengadakan kegiatan sejnis di pasar dan lingkungan berkumpulnya masyarakat. Edutainment sedianya akan dilaksanakan di Terminal Bawen. Pada acara tersebut juga akan diisi tes HIV yang menarget sasaran 100 orang.

Ada hal menarik terkait tes HIV. Bila biasanya sejumlah masyarakat masih enggan dan takut melakukan tes HIV, namun bila kegiatan edukasi dan hiburan diadakan, masyarakat memiliki antusiasme tinggi. Tak jarang pihak panitia harus menolak karena petugas yang sudah kelelahan.

Taufik mengakui, sejumlah orang enggan melakukan tes HIV ketika menyadari dirinya berisiko. Kembali lagi, tes HIV merupakan sebuah bentuk kesadaran dan kerelaan dari user.

Terkait orang dengan HIV/AIDS (Odha), sebagian dari mereka drop out dari konsumsi antriretroviral (ARV) karena efek samping dan waktu konsumsi yang panjang.

Taufik mengatakan efek dari ARV antara lain kehilangan nafsu makan, perubahan pada distribusi lemak tubuh, diare, kelelahan, kolesterol dan trigliserida (lipid) tinggi pada darah.

Ada pula efek perubahan suasana hati, depresi, gelisah, mual, muntah, dan ruam. Menurut Taufik, kemunculan efek samping ARV akan berbeda pada setiap pengguna, tergantung kekuatan tubuh.

"Efek samping yang muncul dari ARV akan berbeda pada setiap orang, tergantung kekuatan tubuh," ujarnya.

KPA pada 2019 menargetkan fokus untuk mendorong keefektifan peran warga peduli AIDS (WPA) tingkat desa dengan optimalkan peran koordinatif WPA kecamatan. Selain itu, fokus pada capaian 100% bumil tes HIV, sifilis, dan hepatitis B.

"Kami juga fokus pada pelacakan dan optimalisasi pendampingan Odha putus ARV," pungkasnya.
(arh)

Penulis: amanda rizqyana
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved