Perbankan Gencar Pacu Penghimpunan Dana Murah

Perbankan masih cukup berharap dari pengumpulan dana murah atau current account and saving account (CASA) lewat produk tabungan.

Perbankan Gencar Pacu Penghimpunan Dana Murah
Tribun Jateng/M Syofri Kurniawan
Nasabah menggunakan layanan tarikan tunai di Griya ATM Bank BCA Kantor Cabang Utama Semarang, Jalan Pemuda 90-92, Kota Semarang, Selasa (22/10/2013). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA- Perbankan masih cukup berharap dari pengumpulan dana murah atau current account and saving account (CASA) lewat produk tabungan. Hal itu menyusul kondisi likuiditas yang cukup ketat pada akhir tahun ini.

Direktur Bank Central Asia (BCA), Santoso Liem mengatakan, pertumbuhan tabungan di BCA cukup baik. Tapi tren akhir-akhir ini pertumbuhan giro lebih baik daripada tabungan.

Sebab, menurut dia, pasca-pemerintah menerapkan program pengampunan pajak atau tax amnesty, nasabah korporasi di BCA menjadi lebih tertib dalam melakukan administrasi.

Alhasil, banyak perusahaan yang sebelumnya menggunakan tabungan sebagai penempatan dana berpindah menjadi rekening giro.

"Sejauh ini, rata-rata pertumbuhan tabungan BCA sebesar 8 persen. Sementara giro tumbuh lebih lebih besar mencapai 12-13 persen. Tetapi sejauh ini mayoritas dana murah BCA masih didominasi tabungan," katanya, kemarin.

Berdasarkan catatan BCA, porsi CASA terhadap dana pihak ketiga (DPK) mencapai 77 persen. Dari jumlah itu, mayoritas atau sebesar 65 persen ada di tabungan, sementara sisanya giro.

Santoso menilai, ke depan ruang pertumbuhan tabungan masih terbuka, lantaran ada beberapa nasabah potensial yang belum terserap seluruhnya oleh BCA, antara lain nasabah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Adapun, tabungan bermata uang asing alias valuta asing (valas) pertumbuhannya tak lebih besar dari tabungan rupiah. Sebab, bank dilarang untuk melakukan spekulasi, dan mayoritas tabungan valas di BCA hanya untuk memenuhi beragam kebutuhan nasabah.

Sampai akhir Oktober 2018 BCA mencatatkan total tabungan mencapai Rp 314,71 triliun, atau naik 11,1 persen dibandingkan dengan periode sama tahun lalu sebesar Rp 283,26 triliun.

Adapun, porsi tabungan terhadap total DPK di BCA cukup besar, yakni mencapai 51,06 persen per Oktober 2018.
Ujung tombak

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved