Putri Sulung NH Dini Tak Ingin Bersedih, Ingin Ibunya Bahagia

Jenazah NH Dini dikremasi di Krematorium Yayasan Sosial Gotong Royong Ambarawa, Kabupaten Semarang pada Rabu (5/12/2018) pukul 12.00.

Putri Sulung NH Dini Tak Ingin Bersedih, Ingin Ibunya Bahagia
TRIBUN JATENG/AMANDA RIZQYANA
Marie-Claire Lintang Coffin (57), anak sulung dari sastrawan NH Dini hadir di prosesi kremasi sang ibu di Krematorium Yayasan Sosial Gotong Royong Ambarawa, Kabupaten Semarang pada Rabu (5/12) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Amanda Rizqyana

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN-Kepergian sastrawan wanita Indonesia angkatan 1980, Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin pada Selasa (4/12/2018) mengagetkan banyak orang.

NH Dini meninggal dunia di Rumah Sakit Elizabeth, Kota Semarang pada pukul 16.00.

NH Dini mengalami kecelakaan lalu lintas di Tol Tembalang pada pukul 11.00, selepas menjalani terapi akupuntur.

Jenazah NH Dini dikremasi di Krematorium Yayasan Sosial Gotong Royong Ambarawa, Kabupaten Semarang pada Rabu (5/12/2018) pukul 12.00.

Anak pertama NH Dini, Marie-Claire Lintang Coffin (57) hadir ke lokasi bersama rombongan yang berangkat dari rumah duka di Wisma Lansia Asri Banyumanik, Kota Semarang.

Sang adik, Pierre-Louis Padang Coffin tidak dapat hadir karena masih berada di Paris, Perancis.

Padang tidak dapat melakukan perjalanan 10-12 jam untuk mengejar prosesi kremasi sang ibu.

Namun mereka berdua akan berdiskusi terkait langkah selanjutnya terkait abu jenazah orang tua mereka.

Selepas prosesi kremasi usai, wanita yang mengenakan kaus hitam dan kacamata hitam ini menyempatkan waktu berbincang dengan rekan media.

Halaman
123
Penulis: amanda rizqyana
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved