Terkait Strategi Ekonomi, Pengusaha Jateng Pilih Cari Aman Tunggu Hasil Pilpres 2019

Kalangan pengusaha di Jawa Tengah lebih memilih menunggu kepastian hasil Pemilihan Presiden 2019 terkait strategi ekonomi.

Terkait Strategi Ekonomi, Pengusaha Jateng Pilih Cari Aman Tunggu Hasil Pilpres 2019
TRIBUN JATENG/DESTA LEILA KARTIKA
Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jateng, Dedi Mulyadi Ali, saat melakukan sesi wawancara dengan rekan media, berlokasi di Hotel Gumaya Semarang, Rabu (5/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Desta Leila Kartika

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kalangan pengusaha di Jawa Tengah lebih memilih menunggu kepastian hasil Pemilihan Presiden (Pemilu) 2019 terkait strategi ekonomi mereka.

Hal itu dilakukan karena akan ada kebijakan baru dari Presiden terpilih tersebut yang pastinya dapat mempengaruhi dunia usaha.

"Dari dunia industri rasa-rasanya orang wait and see kondisinya, karena lihat siapa yang menang di Pilpres 2019, sejauh ini belum tahu siapa yang menang," kata Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jateng, Dedi Mulyadi Ali, Rabu (5/12/2018).

Pemerintah Buka Sejumlah Bidang Usaha Untuk Penanaman Modal Asing, Ini Kata Apindo Jateng

Dedi mengatakan, dalam jangka tiga bulan ke depan kalangan pengusaha lebih memilih mengerjakan kontrak yang ada terlebih dahulu, ketimbang menarik investor masuk karena sudah banyak kontrak yang harus diselesaikan.

"Target tetap mengerjakan yang sudah masuk, karena kontrak sudah ditandatangani semua untuk tahun 2019, namun untuk menambah yang lain belum," ucapnya.

Menurut Dedi, kondisi politik saat ini cenderung sedang sangat panas dengan banyaknya berita hoax dan saling hujat.

Dari sini, lanjutnya para pengusaha khawatir dapat terjadi hal-hal yang bisa merugikan dunia usaha.

"Sekarang makin panas, isu-isunya sudah tidak produktif, banyak berita-berita hoax, saling hina menghina. Kita khawatir takutnya konfliknya membesar," terangnya.

Disnakerin Kota Tegal Mulai Sosialisasikan UMK 2019 ke Pengusaha

Pihaknya berharap agar kampanye masing-masing calon presiden dan wakil presiden lebih mengedepankan kampanye yang tidak memancing konflik.

Pasalnya, ketika nanti terjadi konflik maka sudah jelas dunia usaha akan paling terdampak.

"Kami berharap kalau bisa kondusifis dan kampanyenya secara politis juga jangan terlalu menimbulkan gejolak karena pengaruh ke investasi," tandasnya. (*)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved