Truk yang Menabrak NH Dini Kelebihan Muatan sampai 2,5 Ton

Truk yang tidak kuat menanjak dan menabrak mobil yang ditumpangi NH Dini diketahui memiliki kelebihan muatan sebanyak 2,5 ton

Truk yang Menabrak NH Dini Kelebihan Muatan sampai 2,5 Ton
Istimewa
Polisi dari Satlantas Polrestabes Semarang melakukan olah TKP di KM 10 tol Tembalang, Semarang lokasi kecelakaan yang menewaskan novelis NH Dini, Rabu (5/11/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Truk yang tidak kuat menanjak dan menabrak mobil yang ditumpangi NH Dini diketahui memiliki kelebihan muatan sebanyak 2,5 ton.

Hal itu terungkap saat Satlantas Polrestabes Semarang melakukan olah tempat kejadian perkara di tanjakan menuju gerbang tol tembalang, Rabu (5/12/2018).

Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi menyebutkan kelebihan itulah yang diduga menjadi penyebab as roda truk patah hingga kemudian meluncur mundur tidak terkendali.

"Dari dokumen KIR diketahui bahwa muatan maksimal truk itu hanya lima ton, namun kenyataannya digunakan untuk mengangkut bawang hingga 7,5 ton," terang Yuswanto Ardi di lokasi kejadian.

Ia memaparkan beberapa fakta yang ditemukan dari olah TKP adalah truk sudah mengalami kerusakan saat melakukan pendakian di KM 10 tol Gayamsari-Tembalang.

Sesaat setelah terhenti truk dengan pelat nomor AD 1536 JU itu kemudian melaju mundur sejauh 200 meter sebelum akhirnya berhenti karena menabrak mobil yang ditumpangi NH Dini.

"Dari keterangan sopir, rem sudah tidak berfungsi, transmisi juga tidak bisa mengendalikan laju kendaraan mengingat sudah putus handelnya. Sumbu depan dan belakang tidak lagi imbang karena salah satu patah sehingga tidak bisa dikendalikan," imbuh Ardi.

Di lain sisi, ia menyebut mobil Avanza Taksi yang ditumpangi NH Dini melaju dalam kecepatan normal. Kendaraan itu melesat dalam kecepatan kurang lebih 60 kilometer per jam.

"Sopirnya tidak menyadari truk di depannya melaju mundur dan tidak sempat menghindar. Setelah tabrakan itu truk masih melaju ke kiri dan terhenti setelah menabrak pembatas jalan," terang Ardi lebih lanjut.

Untuk mencegah hal serupa terjadi Ardi akan berkoordinasi dengan Jasa Marga dan forum lalu lintas.

Dia ingin mengetahui sudut tanjakan di KM 10 Tol Tembalang tersebut. Data tersebut nantinya akan disinkronkan dengan data spesifikasi kendaraan.

"Intinya kami ingin mencari tahu apakah sebenarnya kendaraan mampu melewati tanjakan dengan beban 7,5 ton itu. Atau memang ada kesalahan dari pengemudi truk. Dari pemilik kendaraan dan pemilik barang juga akan kami mintai keterangan," ucap Ardi.

Saat ini ia belum menetapkan tersangka. Beberapa orang masih berstatus terperiksa. (*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved