Unnes Gandeng Sekolah Mitra Guna Laksanakan Program Penugasan Dosen di Sekolah

Universitas Negeri Semarang (Unnes) selesai menjalankan Program Penugasan Dosen di Sekolah (PDS) Tahap Pertama Tahun 2018.

Unnes Gandeng Sekolah Mitra Guna Laksanakan Program Penugasan Dosen di Sekolah
ISTIMEWA
Satu di antara pelaksanaan serta pengenalan Program PDS Unnes kepada 5 sekolah mitra di Jawa Tengah belum lama ini. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sekitar 22 dosen bergelar guru besar dan doktor dari 7 fakultas di Universitas Negeri Semarang (Unnes) selesai menjalankan Program Penugasan Dosen di Sekolah (PDS) Tahap Pertama Tahun 2018.

“Itu adalah program Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI melalui Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan. Dimana tujuannya sebagai bagian dari revitalisasi peran serta fungsi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK),” kata Ketua PDS Unnes Prof Dr Rustono kepada Tribunjateng.com, Rabu (5/12/2018), 

Guru Besar Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unnes itu menginformasikan, melalui program tersebut, setidaknya Belmawa Kemenristekdikti RI menggandeng sekitar 89 perguruan tinggi di Indonesia, baik perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS).

“Khusus Unnes, kami sudah siapkan sekitar 22 akademisi. Program tersebut dimulai pada Juli 2018 lalu. Sebagai tahap pertama sudah berakhir pada Oktober 2018 lalu. Dan saat ini, kami laksanakan program lanjutannya yakni hilirisasi model pembelajaran inovatif ke sekolah,” tuturnya.

Prof Rustono menginformasikan, melalui program tersebut, Unnes setidaknya pula menggandeng sekitar 5 sekolah mitra di Jawa Tengah. Dimana para akademisi tersebut bakal berkolaborasi menjalankan 4 kemitraan kolaboratif.

“Di antaranya yakni menyusun perangkat pembelajaran inovatif, implementasi model pembelajaran inovatif di kelas, penelitian tindakan kelas, dan juga publikasi ilmiah. Keempat hal tersebut, baik guru di sekolah mitra bersama kami akan berkolaborasi merealisasikannya,” tandas Rustono.

Sebagai puncak dari program itu, tambah Rustono, para dosen pelaksana bergelar profesor maupun doktor  dapat menjadi model tidak hanya kepada para guru di sekolah mitra, tetapi juga bagi para mahasiswa yang notabene pula menjadi calon guru ke depannya.

“Jadi ketika mereka lulus, bisa meniru serta mengembangkan terkait pembelajaran inovatif tersebut. Semua itu untuk peningkatan kompetensi pembelajaran di sekolah. Komitmen kami pula, tak sekadar saat ada program ini, tetapi akan terus berkelanjutan sampai kapanpun,” tuturnya. (*)

Penulis: deni setiawan
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved