Benarkah Minat Kunjungan Masyarakat Ke Pusat Perbelanjaan Bergeser?

Tingkat kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan seperti mal pada akhir tahun ini diproyeksikan masih tinggi.

Benarkah Minat Kunjungan Masyarakat Ke Pusat Perbelanjaan Bergeser?
TRIBUN JATENG/FITRI ASTA PRAMESTI
Ilustrasi Mall 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Tingkat kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan seperti mal pada akhir tahun ini diproyeksikan masih tinggi. Tetapi, tujuannya cenderung bergeser dari sebelumnya untuk kebutuhan belanja menjadi kebutuhan lifestyle.

Sekretaris Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja mengatakan, hampir semua pusat belanja mengalami pertumbuhan kunjungan signifikan menjelang akhir tahun.

Namun, ada pula pusat belanja yang mengalami penurunan. Umumnya, penurunan itu terjadi lantaran pengelola pusat perbelanjaan kurang adaptif terhadap keinginan pelanggan.

"Kunjungan pelanggan dalam beberapa tahun terakhir sebenarnya tumbuh. Hanya saja pola belanja konsumen berubah menjadi lebih ke F&B (food and baverage), entertainment, dan sport," ujarnya, Senin (3/12).

Menurut dia, pusat perbelanjaan yang tidak adaptif dengan perkembangan dan minat pelanggan akan ditinggalkan. Sebab, pola belanja dan minat kedatangan ke mal mulai bergeser dibandingkan dengan beberapa tahun lalu.

"Jumlah kunjungan selalu tumbuh, tidak pernah berkurang, karena mal sebuah kebutuhan. Mal bukan cuma belanja, tetapi hangout, meeting, belajar, bahkan untuk bekerja," ungkapnya.

Alphonzus menuturkan, fenomena itu diperkirakan akan semakin terlihat pada tahun depan. Sehingga, ia pun mendorong pengelola pusat perbelanjaan bisa beradaptasi untuk menjaring lebih banyak pengunjung.

"Ini akan terus tumbuh (fenomena lifestyle-Red). Yang jadi masalah adalah mal-mal yang tidak responsif terhadap perubahan ini. Fungsi mal bukan cuma belanja, ini yang jarang diantisipasi pengelola," paparnya.

Nilai tukar

Bahkan, Alphonzus menyatakan, belum membaiknya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) tak menyurutkan langkah masyarakat untuk tetap mendatangi pusat belanja. Menurut dia, pelemahan nilai tukar tak memiliki dampak signifikan terhadap tingkat kunjungan pelanggan. Justru beberapa pelanggan yang biasa berbelanja di luar negeri malah beralih dan berbelanja di dalam negeri.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved