Fintech Hong Kong Garap Pasar Lokal

Indonesia masih menjadi pasar yang menjanjikan bagi perusahaan asing, termasuk bisnis financial technology (fintech).

Fintech Hong Kong Garap Pasar Lokal
shutterstock.com
Fintech 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Indonesia masih menjadi pasar yang menjanjikan bagi perusahaan asing, termasuk bisnis financial technology (fintech).

Yang terbaru, satu pendiri (co-founder) Skype, Geoffrey Prentice masuk ke pasar Indonesia melalui perusahaannya Oriente yang merupakan fintech micro lending.

Perusahaan yang bermarkas di Hong Kong itu mengakuisisi 85 persen kepemilikan di PT Orientee Mas Sejahtera, perusahaan milik Grup Sinarmas yang bergerak di bidang layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi dengan merek Finmas.

Hingga akhir September 2018 PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA), anak usaha Grup Sinarmas, masih menguasai 99,44 persen saham Orientee Mas Sejahtera.

CEO Finmas, Peter Lydian Sutiono menjelaskan, kemitraan Sinar Mas dan Orientee untuk mendorong pasar pembiayaan di Asia Tenggara, satu di antaranya di Indonesia. Terlebih, masih banyak masyarakat yang belum tersentuh bank dan memerlukan pendanaan untuk modal kerja.

“Masih banyak yang belum tersentuh akses finansial seperti UMKM. Intinya Finmas berupaya mendorong kemajuan perekonomian digital yang tidak sepotong-sepotong, dengan juga memberikan literasi keuangan,” katanya.

Oriente sudah mendapatkan pendanaan seri A senilai 105 juta dollar AS dari perusahaan pendiri dan mitra bisnis termasuk Berjaya Group dari Malaysia, JG Summit Holdings di Filipina dan Sinar Mas.

Finmas menyediakan pinjaman tunai (cash loan) untuk memenuhi kebutuhan individu dan UMKM, seperti pengusaha warung dan karyawan.

Perusahaan keuangan berbasis digital itu memberikan pinjaman sebesar Rp 500.000-Rp 1 juta, dengan kurun waktu 14 hari sampai sebulan. Sementara bunga pinjaman ditetapkan 9,95 persen per bulan.

Finmas juga sudah resmi terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 23 Februari 2018 lalu. Anak usaha Sinar Mas itu telah mendapatkan sertifikasi ISO 27001:2013 Sistem Pengelolaan Keamanan Informasi guna menjaga privasi dan keamanan data nasabah.

Langkah Finmas itu sudah sesuai dengan aturan OJK dan Kementerian Komunikasi dan Informatika terkait dengan sistem pengelolaan keamanan informasi. (Kontan/Ferrika Sari)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved