Harga Pembelian Jadi Kendala Penyerapan

Menjelang tahun 2018 berakhir, besar kemungkinan Bulog Sub Divre II Pati tidak dapat memenuhi target serapan beras.

Harga Pembelian Jadi Kendala Penyerapan
Tribun Jateng/ Rifqi Gozali
Seorang pegawai Bulog melintas di anyara tumpukan beras di gudang Bulog Kaliwungu Kudus, Selasa (9/10/2018).  

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Menjelang tahun 2018 berakhir, besar kemungkinan Bulog Sub Divre II Pati tidak dapat memenuhi target serapan beras.

Sampai saat ini saja, baru 49.903 ton yang sudah diserap, sedangkan targetnya mencapai 78.156 ton.

Kepala Bulog Sub Divre II Pati, Muhammad Taufiq mengatakan, kendala yang menjadi penghambat penyerapan beras oleh pihaknya karena persoalan harga.

Jika harga pembelian pemerintah (HPP) yang dipatok hanya sebesar Rp 7.300, sementara harga di luar atau di pasaran lebih tinggi dari HPP.

Adanya harga fleksibilitas 10 persen rupanya masih belum mampu menyaingi harga pasaran.

"Harga fleksibilitas ditambah 10 persen dari HPP, maka harga yang bisa kami beli sebesar Rp 8.030," kata Muhammad Taufiq kepada Tribun Jateng, Kamis (6/12/2018).

Dia mengatakan, harga beras medium di pasaran saja paling rendah mencapai Rp 8.800, maka rendahnya HPP menjadi masalah atas serapan yang dilakukannya.

Meski begitu, keberadaan stok di gudang Sub Divre Pati dinilai mencukupi sampai sembilan bulan ke depan. Mengingat sebentar lagi terdapat agenda hari besar Natal dan Tahun Baru, tentu kecukupan stok pangan sangat krusial.

"Kebutuhan stok beras di Sub Divre II Pati masih mampu sampai pada 9 bulan ke depan. Stok saat ini di gudang sebanyak 33.173, ton" kata dia.

Sedangkan, target serapan untuk wilayah Kabupaten Kudus target serapan juga masih jauh panggang dari api. Di mana target tahun ini sebesar 8.500 ton baru tercapai 3.800 ton.

Meski begitu, stok beras yang disimpan di gudang Bulog di Kabupaten Kudus, sampai saat ini mencapai 2.400 ton. Menurutnya, mampu memenuhi kebutuhan pangan sampai pada enam bulan ke depan.

"Stok di Kudus mampu memenuhi kebutuhan sampai pada bulan Mei 2019 mendatang," tuturnya.(*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved