Helikopter TNI Ditembaki, 250 Personel Gabungan Kejar KKB Papua

KKB menembak sebuah helikopter milik TNI yang sedang melakukan evakuasi jenazah Serda Handoko.

Helikopter TNI Ditembaki, 250 Personel Gabungan Kejar KKB Papua
John Roy Purba/ Istimewa
Helikopter TNI membawa tim gabungan TNI - Polri saat melakukan evakuasi korban serangan KKB Papua 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kontak senjata terjadi antara aparat keamanan gabungan TNI dan Polri dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua Rabu (5/12/2018).

KKB menembak sebuah helikopter milik TNI yang sedang melakukan evakuasi jenazah Serda Handoko. Handoko tewas ditembak di sebuah pos jaga TNI beberapa waktu lalu.

Akibat serangan itu, baling-baling helikopter terkena tembakan. Evakuasi jenazah Serda Handoko yang diback up dari tim Nanggala berhasil dilakukan. Jenazah Serda Handoko telah dievakuasi dari Distrik Mbua ke Kenyam, ibu kota Kabupaten Nduga, untuk selanjutnya diterbangkan ke Timika, Kabupaten Mimika.

Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin Siregar menjelaskan, Rabu sekitar pukul 10.00 WIT, tiga unit helikopter dengan tim Naggala berangkat dari Kabupaten Mimika menuju ke Puncak Kabo, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga yang merupakan lokasi pembantaian pegawai PT Istaka Karya.

Kapolda menjelaskan, saat tim berada di lokasi Puncak Kabo, helikopter mendapat tembakan dari arah puncak, sehingga tim Nanggala melakukan tembakan balasan.

“Karena ada tembakan dari arah Puncak Kabo, maka Tim Nanggala melakukan tembakan balasan dari helikopter. Ada satu helikopter jenis Bell yang baling-balingnya terkena tembakan dari kelompok KKB,” ungkapnya ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya.

Lantaran bahan bakar minyak (BBM) habis, ungkap Kapolda, akhirnya helikopter melakukan refueling (pengisian BBM) sekaligus evakuasi jenazah anggota Pos TNI Mbua, Serda Handoko.

“Jadi jenazah sudah dievakuasi ke Kenyam selanjutnya akan dibawa ke Timika, Kabupaten Timika,” terangnya.

Diketahui, Serda Handoko adalah prajurit yang bertugas di Pos TNI Mbua. Dia gugur saat pos tempatnya bertugas diserang kelompok separatis. Posnya diserang karena menjadi tempat persembunyian empat orang karyawan PT Istaka Karya yang berhasil melarikan diri dari Kali Yigi, Distrik Yigi, tempat pembantaian pekerja pembangunan jembatan.

Keempat karyawan itu berjalan kaki ke Mbua selama 2 jam. Kini keempat korban selamat itu berhasil dievakuasi bersama 8 warga sipil di Mbua. Tiga orang karyawan PT Istaka Karya itu mengalami luka tembak saat Pos TNI diserang kelompok separatis.

Kena Tembak

Halaman
123
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved