Jelang Natal dan Tahun Baru Harga Telur di Kudus Meroket, Rp 25 Ribu Per Kilogram

Harga telur di Kabupaten Kudus meroket jelang natal dan tahun baru. Semula kisaran Rp 20 ribu per kilogram menjadi Rp 25 ribu per kilogram

Jelang Natal dan Tahun Baru Harga Telur di Kudus Meroket, Rp 25 Ribu Per Kilogram
Tribun Jateng/ Rifqi Gozali
Irma, pedagang telur di Pasar Bitingan Kabupaten Kudus tengah mengemas telur ke dalam kantong plastik.  

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Harga telur di Kabupaten Kudus saat ini mengalami lonajakan. Dari yang semula kisaran Rp 20 ribu per kilogram pada pekan lalu, kali ini harganya mencapai Rp 25 ribu per kilogram.

Seorang pedangan di Pasar Bitingan Kudus, Hafid (40) mengatakan, harga telur akan terus mengalami fluktuasi sampai pada  puncak perayaan Natal dan tahun baru. Adapun tren harga telur akan mengalami kenaikan.

“Tiga hari yang lalu telur harganya Rp 22 ribu, kini sudah sampai Rp 24, malah barusan naik lagi jadi Rp 25 ribu,” kata Hafid, Kamis (6/12/2018).

Pedagang lainnya, Irma (39) berujar, kenaikan harga kebutuhan pokok, misalnya telur biasa mengalami kenaikan jelang hari besar. Adapun harga akan kembali turun setelah puncak hari besar telah usai.

“Biasa, kalau mau Natal dan tahun baru harga mengalami kenaikan. Misalnya harga telur kali ini mengalami kenaikan mencapai Rp 25 ribu per kilonya. Kalau habis tahun baru, biasanya akan turun,” tutur Irma.

Kenaikan harga telur ini kontan membuat sejumlah warga mengeluh. Meski begitu, dia masih maklum atas kenaikan yang masih dalam batas kewajaran. Di sisi lain, kantongnya masih mampu untuk membeli kebutuhan dapur.

“Ya gimana, memang naik harganya. Kalau kami sih inginnya stabil, jangan naik. Tapi yang penting masih terjangkau,” kata dia.

Naiknya harga telur rupanya diikuti oleh harga daging ayam. Pada pekan lalu, harga ayam berada di angka Rp 29 ribu per kilogram, kini telah menginjak harga Rp 32 ribu per kilogram.

Menurut Arina (38), pedagang daging ayam di Pasar Bitingan mengatakan, kenaikan daging ayam selain karena mendekati hari besar, juga meningkatnya permintaan. Sebab, akhir-akhir ini banyak masyarakat yang menggelar pesta pernikahan.

“Kenaikannya semoga masih dalam taraf kewajaran. Selain itu pemerintah juga punya upaya untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok,” katanya.

Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan, Promosi, dan Perlindungan Konsumen pada Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Imam Prayitno mengatakan, tren kenaikan harga kebutuhan pokok saat jelang Natal dan tahun baru memang sudah lumrah terjadi.

Pihaknya akan senantiasa memantau pergerakan harga, jika nanti dirasa kenaikan harga sudah di luar batas kewajaran, maka pihaknya akan segera melakukan tindakan.

“Kami terus pantau, kami upayakan agar harga tetap stabil. Sampai pada tahap terakhir nanti kami akan operasi pasar kalau memang harga kebutuhan pokok terlampau tinggi,” kata Imam.(*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved