Kementerian Perhubungan Berikan Izin Operasional Pelabuhan Niaga di Tanjung Kendal

Kementrian Perhubungan telah memberikan izin operasi terhadap Pelabuhan Niaga yang berada di Tanjung Kendal, Jawa Tengah.

Kementerian Perhubungan Berikan Izin Operasional Pelabuhan Niaga di Tanjung Kendal
TRIBUN JATENG/DHIAN ADI PUTRANTO
Kapal Motor Penumpang (KMP) Kalibodri tengah bersandar di Pelabuhan Kendal, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dhian Adi Putranto

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Kementrian Perhubungan telah memberikan izin operasi terhadap Pelabuhan Niaga yang berada di Tanjung Kendal, Jawa Tengah.

Nantinya pelabuhan niaga itu yang akan mendukung Pelabuhan Tanjung Emas Semarang sebagai pelabuhan niaga di Jawa Tengah.

Saat dikonfrimasi, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kendal, Suharjo membenarkan hal itu.

Mutasi Polri, AKBP Hamka Mappaita Jadi Kapolres Baru Kendal

Pembangunan Pelabuhan Niaga di Kendal Terkendala Perizinan dari Kemenhub

Namun pengoperasiannya tidak bisa dilakukannya sekarang.

Pasalnya hal itu masih menunggu izin dari Gubernur Jawa Tengah.

"Saat ini masih menunggu izin dari Gubernur. Jika sudah turun maka pelabuhan itu segera dapat dioperasikan," tuturnya, Kamis (6/12/2018).

Ia mengatakan nantinya operasional pelabuhan niaga ini masih dalam lingkup yang kecil.

Pasalnya kedalaman dari dermaga untuk sandaran kapal masih tiga meter di bawah rata-rata kedalaman dermaga untuk pelabuhan niaga yakni enam meter.

Sehingga hanya kapal pengangkut kecil dan jenis tongkang yang dapat bersandar.

Prapto Utono Terpilih Sebagai Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kendal

Warga Desa Penjalin Kendal Minta Dibuatkan Jembatan Penyeberangan di Jalan Tol Semarang-Batang

"Saat dioperasikan, maka segala operasional akan dilakukan oleh KSOP (Kesyabandaran dan Otoritas Pelabuhan) Kelas I Tanjung Emas Semarang. Pasalnya Kabupaten Kendal belum mempunyai pengeloahan pelabuhan niaga secara mandiri, Sehingga nanti KSOP yang melengkapinya," tuturnya.

Terkait keuntungan yang diperoleh Kabupaten Kendal dari Operasional ini antara lain dari kendaraan yang masuk maupun sewa lahan untuk menyimpan barang-barang saat hendak masuk kapal maupun akan diangkut ke truk muatan barang.

"Sedangkan pemasukan dari jasa angkut kapal maupun bongkar muatan disetorkan ke kas negara," terangnya.

Kepala UPTD Pelabuhan Penyeberangan Kendal, Andi Rahmat, menambahkan banyak pelaku usaha di Kabupaten Kendal yang menanti beroperasinya pelabuhan niaga di Tanjung Kendal.

"Hal itu dikarenakan pelabuhan niaga Tanjung Emas Semarang antrian untuk bongkar muatan cukup lama, sehingga jika pelabuhan niaga ini beroperasi akan membantu mempercepat waktu bongkar muatan," pungkasnya. (*)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved