Monokrom Printing Resmi Buka di Semarang, Ini Bekal Keunggulannya

Monokrom Printing hadir dengan mesin produksi Fuji Xerox Iridesse Production Press dari Astragraphia sebagai mesin unggulannya.

Monokrom Printing Resmi Buka di Semarang, Ini Bekal Keunggulannya
Tribun Jateng/ Desta Leila Kartika
Chief Executive PT. Astra Graphia, Eko Wahyudi (tengah), Owner Monokrom Print and Design, Agus Riyanto (kiri), dan Owner Monokrom Print and Design, Sebastian Pradipta (kanan), saat menunjukan contoh hasil print, Kamis (6/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Desta Leila Kartika

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Menghadirkan terobosan baru pada bisnis print shop di Semarang dan Jawa Tengah, Monokrom Printing yang berlokasi di Jalan Citarum Nomor 41 Semarang resmi dibuka.

Monokrom Printing hadir dengan mesin produksi Fuji Xerox Iridesse Production Press dari Astragraphia sebagai mesin unggulannya.

Astragraphia yang selama ini dikenal sebagai pemimpin di industri mesin-mesin printing Fuji Xerox, berkomitmen untuk mendukung bisnis grafika yang kian menjanjikan khususnya di Kota Semarang.

Hal ini seperti yang disampaikan oleh Owner Monokrom Printing, Agus Riyanto, sejak tahun 2013 Semarang telah menginspirasi program Semarang Smart City, konsep pengelolaan kota berbasis digital dan terintegrasi.

Salah satu indikator dalam program ini adalah "Smart Economy" yang berfokus pada perkembangan ekonomi daerah Semarang.

"Berdasarkan laporan Dinas Koperasi dan UKM Kota Semarang, saat ini tercatat jumlah UKM di Semarang mencapai 14.000 dengan penambahan sekitar 2.000 UKM setiap tahunnya.

Melihat perkembangan UMKM dan beberapa sektor lain, kami optimis bisnis printing masih akan terus berkembang, terutama di segmen kemasan (packaging)," ujar Agus Riyanto, pada Tribunjateng.com, Kamis (6/12/2018).

Agus menuturkan, pihaknya melihat bisnis kemasan merupakan bisnis yang menunjang bisnis-bisnis lain, sehingga pasar yang dituju masih terbuka luas.

Apalagi saat ini Pemerintah sangat mendorong pertumbuhan UKM yang banyak membutuhkan kemasan untuk bisnis mereka. Maka pihaknya memutuskan untuk tidak tanggung-tanggung dalam berinvestasi di bisnis ini.

"Dilansir dari laporan Badan Pusat Statistika di kuartal ketiga pada tahun 2017 lalu, bisnis kemasan berkontribusi hampir 50 persen dari penjualan pada industri percetakan. Bisnis ini juga terus bertumbuh positif jika dibandingkan dengan usaha di bidang offset printing seperti buku, majalah, spanduk, dan sebaginya," terang dia.

Masih pada kesempatan yang sama, Chief Executive PT Astra Graphia Tbk, Eko Wahyudi mengatakan, Iridesse Production Press merupakan printer high-end bagi kalangan profesional.

Mesin produksi Iridesse ini, di klaim sangat cocok untuk pelaku bisnis kreatif karena merupakan satu-satunya mesin printing yang memiliki kemampuan mencetak enam warna.

Termasuk warna-warna spesial seperti metalik dengan metode single pass, ditambah dua dry ink spesial warna gold, silver, clear (spot), dan white.

"Kami berkomitmen untuk menghadirkan inovasi-inovasi yang dapat mendukung terciptanya ekosistem bisnis yang dinamis.

Dengan Fuji Xerox Iridesse Production Press ini, ditambah fitur dan spesifikasi tinggi, pelanggan tidak perlu ragu saat menuangkan desain yang mereka miliki dari versi digital untuk kemudian dicetak," ungkap Eko.(*)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved