Pondasi Jembatan Singopadu Demak Ambrol Tidak Kuat Menahan Derasnya Banjir

Pondasi Jembatan Singopadu di Desa Sidorejo, Kabupaten Demak ambrol akibat diterjang arus banjir di sungai Cabean pada Kamis (6/12/2018) pagi.

Pondasi Jembatan Singopadu Demak Ambrol Tidak Kuat Menahan Derasnya Banjir
TRIBUN JATENG/ALAQSHA GILANG IMANTARA
Pondasi Jembatan Singopadu di Desa Sidorejo, Kabupaten Demak ambrol akibat diterjang arus banjir di sungai Cabean pada Kamis (6/12/2018) pagi. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Alaqsha Gilang Imantara

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Pondasi Jembatan Singopadu di Desa Sidorejo, Kabupaten Demak ambrol akibat diterjang arus banjir di sungai Cabean pada Kamis (6/12/2018) pagi.

Selain derasnya arus banjir, kontruksi jembatan yang kurang kuat diduga menjadi penyebab ambrolnya pondasi jembatan.

Akibat pondasi ambrol, sebagian badan jembatan telah bergerak hingga meninggalkan jejak retakan patahan pada lantai jembatan.

Selain pondasi jembatan, sebagian talud sebagai tanggul sungai juga ambrol karena tidak kuat diterjang arus sungai.

Warga desa Sidorejo, Kundori, khawatir ambrolnya pondasi jembatan mengakibatkan akses jembatan terputus. Pasalnya, jembatan Singopadu menjadi penghubung desa Sidorejo dengan dukuh Karangmalang, desa Brambang, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak.

"Jembatan Singopadu juga menjadi jalan alternatif pada jalur Pantura tengah untuk mengakses Purwodadi - Demak atau Demak - Semarang,"tuturnya.

Dia menambahkan, jembatan Singopadu juga menjadi akses perekonomian setempat.

"Hampir ratusan truk bermuatan hasil bumi selalu melintas saat musim panen. Untuk sementara warga melarang truk bertonase tinggi melintas diatas jembatan,"terangnya.

Dia menjelaskan, jembatan sepanjang 30 meter dengan lebar 2 meter ini, sepekan yang lalu baru selesai dibangun oleh Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana.

"Selain keberadaan jembatan, warga juga mengkhawatirkan kondisi tanggul sungai akibat talud yang sebagian ambrol,"tambahnya.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Ruhban Ruzziyatno mengatakan sebenarnya yang ambrol itu adalah oprit berupa timbunan tanah atau urugan di belakang abutment (bangunan bawah jembatan yang terletak pada kedua ujung pilar – pilar jembatan).

"Untuk struktur jembatan tidak ada masalah. Selanjutnya, kami akan membongkar opritnya lagi karena jika sudah memasuki tahap pemeliharaan sudah tidak bisa dibongkar,"terangnya (agi)

Capt : Pondasi Jembatan Ambrol - Pondasi Jembatan Singopadu di Desa Sidorejo, Kabupaten Demak ambrol akibat diterjang arus banjir di sungai Cabean pada Kamis (6/12/2018) pagi. (Tribunjateng / Alaqsha Gilang Imantara)

Penulis: Alaqsha Gilang Imantara
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved