UNS Solo Tambah Dua Guru Besar Bidang Kedokteran

Dua guru besar ini berasal dari Fakultas Kedokteran (FK) UNS Solo masing-masing Prof Endang Sutisna Sulaeman dan Prof Sri Sulistyowati.

UNS Solo Tambah Dua Guru Besar Bidang Kedokteran
Tribun jateng/ akbar hari mukti
Jumpa pers pengukuhan dua guru besar UNS Solo, Kamis (6/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo tambah dua guru besar di bidang kedokteran.

Dua guru besar ini berasal dari Fakultas Kedokteran (FK) UNS masing-masing Prof Endang Sutisna Sulaeman dan Prof Sri Sulistyowati.

Mereka berdua menjadi guru besar UNS Solo ke-195 dan 196, dan merupakan guru besar FK UNS ke-39 dan 40.

Dalam jumpa pers, Kamis (6/12/2018), Prof Endang Sutisna menyampaikan pidato pengukuhan berjudul 'Membumikan Keadilan, Pemberdayaan, dan Promosi Kesehatan'.

Menurutnya kesehatan adalah fenomena kompleks yang dapat dikaji pada berbagai sudut pandang.

"Selama dekade terakhir, agenda kesehatan mengalami dinamika, di antaranya pendekatan pada definisi sempit yaitu kesehatan sebagai teknologi berbasis kedokteran dan intervensi kesehatan masyarakat," ujarnya.

Ia menjelaskan, konstitusi WHO 1948 mengakui terdapat dampak kondisi sosial dan politik pada kesehatan, dan kebutuhan kemitraan dengan lintas sektoral untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal.

Dalam tulisannya, ia menyimpulkan bahwa keadilan dan ketidakadilan adalah pilihan politik.

"Akar ketidakadilan kesehatan adalah ketimpangan struktural dan determinan sosial kesehatan. Tanggung jawab utama untuk melindungi dan meningkatkan keadilan kesehatan adalah pemerintah," papar dia.

Sedangkan, Prof Sri Sulistyowati memaparkan tentang pidatonya berjudul 'Upaya Menurunkan Angka Kematian Ibu Yang Disebabkan Preeklampsia Dengan Model Disfungsi Endothel'.

Menurutnya preeklampsia (sindrom yang ditandai tekanan darah tinggi) merupakan penyumbang utama kesakitan dan kematian pada ibu maupun janin.

"Sampel RSUD Dr. Moewardi, angka kematian ibu hamil tahun 2012 disebabkan preeklampsia berjumlah 19 orang dari 30 ibu hamil yang meninggal. Pada 2013 berjumlah 12 orang dari 21 ibu hamil yang meninggal," ujar dia.

Ia berharap dengan penelitiannya dapat menurunkan jumlah kematian ibu hamil di Indonesia. (Ahm)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved