Dua Bus Sekolah dari Kemenhub akan Layani Siswa di Banyumas Menuju Sekolah

Pemerintah Kabupaten Banyumas menerima bantuan dua bus sekolah dari Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Darat

Dua Bus Sekolah dari Kemenhub akan Layani Siswa di Banyumas Menuju Sekolah
Tribunjateng.com/Khoirul Muzaki
Pemkab Banyumas dapat bantuan 2 bus sekolah. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Pemerintah Kabupaten Banyumas menerima bantuan dua bus sekolah dari Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Darat.

Menurut Kepala Seksi Anggkutan pada Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas Taryono, bantuan bus tersebut merupakan realisasi dari proposal yang diajukan pemkab tahun lalu. Dalam proposal itu, Pemkab Banyumas mengajukan bantuan 5 unit bus sekolah, namun baru dikabulkan realisasinya sebanyak 2 bus.

Bus sekolah tersebut akan digunakan untuk melayani anak sekolah secara gratis pada jalur yang belum ada trayek angkutan, atau jalur yang ada trayek angkutan tetapi tidak berjalan.

Bus sekolah ini disebutnya merupakan angkutan perintis yang tidak bersinggungan dengan angkutan lain semisal koperades, angkutan kota, atau BRT.

"Anggkutan ini akan melayani gratis anak sekolah pada waktu berangkat sekolah di pagi hari, dan siang hari saat mereka pulang sekolah,” katanya

Taryono mengatakan, terdapat setidaknya 5 wilayah di Kabupaten Banyumas yang belum ada trayek angkutan yakni Banyumas, Somagede, Tambak, Ajibarang, Kebasen. Ada juga wilayah yang ada trayek tetapi belum ada yang melayani, semisal trayek 14 C antara Banyumas sampai Kemawi Somagede, juga Ajibarang dan Kebasen.

Prioritas penempatan bus sekolah ini adalah untuk daerah yang banyak anak sekolahnya.

Dengan demikian, mereka diharapkan tidak mengalami kesulitan untuk menempuh pendidikan.

“Kemarin kita memproses berita acara serah terima diberi waktu 15 hari, kemudian 15 hari berikutnya balik nama atas nama Pemkab atau satu bulan dari kemarin. Maksimal tiga bulan dari kemarin Dishub wajib mengoperasionalkan, dan wajib dilaporkan ke Kementerian Perhubungan,” katanya

Taryono berharap, keberadaan bus sekolah akan membantu anak-anak sekolah yang selama ini mengalalmi kesulitan dalam memperoleh angkutan. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved