Ganjar Pranowo Pastikan Jepara Tidak Akan Lumpuh

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tampak kaget mengetahui KPK telah menetapkan Bupati Jepara, Ahmad Marzuqi sebagai tersangka.

Ganjar Pranowo Pastikan Jepara Tidak Akan Lumpuh
Tribun Jateng/ Rifqi Gozali
Tim KPK seusai penggeledahan ruang kerja dan rumah dinas Bupati Jepara, Selasa (4/12/2018).  

TRIBUNJATENG.COM -- Gubernur  Jawa Tengah Ganjar Pranowo tampak kaget mengetahui KPK telah menetapkan Bupati Jepara, Ahmad Marzuqi sebagai tersangka.

"Lho kapan ditetapkan sebagai tersangka? Sudah to? Kalau aparat penegak hukum sudah seperti itu, semua tinggal diserahkan pada aparat penegak hukum saja to. Ya gitu saja," kata Ganjar di rumah dinas Puri Gedeh, Kota Semarang, Kamis (6/12) malam.

Dia memastikan pemerintahan di Jepara tidak akan lumpuh. Penetapan tersangka tanpa penahanan, kata dia, biasanya masih ada aktifitas. Selanjutnya ada pemberhentian sementara.

"Dan wakil, wakil ini akan langsung menjalankan fungsi-fungsi pemerintahan di sana. Gubernur cuma memastikan jalannya pemerintahan di sana tidak boleh terganggu, itu saja" imbuhnya.

Ganjar berujar bupati dan walikota yang sudah menandatangani pakta integritas belum menjamin terbebas dari kasus korupsi. Menurutnya, sikap anti korupsi adalah niatan, bukan sekadar tulisan tangan.

"Beliau ini indikasinya menyuap hakim ya. Tapi menyuap atau tidak nanti di persidangan kita bisa lihat. Karena tidak ada yang tahu soal itu," ujarnya.

Politisi PDIP itu menuturkan tidak akan pernah bosan mengingatkan kepala daerah se-Jawa Tengah agar tidak tergoda melakukan korupsi maupun gratifikasi.

Dia juga membeberkan rumus menolak gratifikasi. Caranya dengan membeli barang atau jasa yang diberikan secara cuma-cuma.

"Itu kebiasaan saya. Kalau saya diberi batik ya saya beli. Memang KPK juga menyarankan untuk melaporkan gratifikasi dulu baru dibeli pas lelang," tuturnya.

Ganjar pun mengapresiasi kinerja KPK yang mengungkap dan menindak pelaku korupsi. Meski demikian, dia juga mengaku heran dengan adanya penindakan belum membuat takut orang-orang yang terlibat korupsi.

"Saya dulu pernah usul, mbok ya dibuka cabang KPK, Jawa Tengah siap. Tapi ya kurang tenaganya juga," ucapnya. (*)

Penulis: Daniel Ari Purnomo
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved