Layanan Konsultasi Dokter (Konter) Dinkes Kota Semarang Layani 11.941 Pengguna

Layanan Konsultasi Dokter (Konter) yang diluncurkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang mendapat respon positif dari masyarakat.

Layanan Konsultasi Dokter (Konter) Dinkes Kota Semarang Layani 11.941 Pengguna
TRIBUN JATENG/M ZAENAL ARIFIN
Kepala Dinkes Kota Semarang, Widoyono. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Layanan Konsultasi Dokter (Konter) yang diluncurkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang mendapat respon positif dari masyarakat. Hal itu terlihat dari banyaknya pengguna layanan tersebut tiap bulannya.

Dari data selama Januari-Desember 2018 ini, tercatat ada 11.941 pengguna yang memanfaatkan layanan yang diluncurkan akhir 2017 lalu itu. Jumlah tersebut dihitung dari pengguna yang melakukan konsultasi percakapan melalui nomor 1500132 atau chat whatshap di nomor 08112900132.

"Kami bersyukur dapat meningkatkan layanan kami ke masyarakat dengan adanya Konsultasi Dokter (Konter) itu. Hingga saat ini sudah banyak yang memanfaatkan layanan itu," kata Kepala Dinkes Kota Semarang, Widoyono, di Balai Kota Semarang, Jumat (7/12/2018).

Widoyono mengungkapkan, layanan Konsultasi Dokter tersebut dibuka selama 24 jam dengan pembagian tiga shift. Adapun layanan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat itu meliputi, Kosultasi Penyakit, Panduan Rumah Sakit, Panduan Puskesmas, Info Dokter Praktik, Klinik Kesehatan, Apotek, Info Tarif, BPJS, UHC dan beberapa layanan kesehatan lainya.

"Tenaga medis yang kami libatkan total ada 10 tenaga medis, dengan pembagian tiga shift selama 24 jam yakni pagi, siang dan malam," ungkapnya.

Hanya saja, katanya, saat ini petugas mulai mengalami kendala dengan banyaknya laporan atau pertanyaan yang diajukan oleh pengguna layanan. Untuk itu, Widoyono akan menambah jumlah sumber daya manusia (SDM) layanan tersebut agar seluruh pengguna tertangani.

"Kalau kemarin kami ada 10 tenaga medis, nantinya kami akan menambahnya. Sehingga dengan adanya peningkatan pengguna maka akan tertangani semua," ucapnya.

Ia mengungkapkan, untuk pengguna sendiri, lanjut Widoyono, bukan hanya dari masyarakat Kota Semarang melainkan dari beberapa wilayah baik di wilayah Jawa Tengah mapun luar Jawa Tengah.

"Bukan hanya warga Semarang saja yang menelpon, melainkan dari luar kota juga ikut mengakses layanan kesehatan ini. Misalnya dari Demak, Brebes Kendal, dan bahkan dari Jawa Timur dan Jawa Barat juga ikut mengakses layanan online ini," imbuhnya. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved