Wabup Jepara Dian Kristiandi : Kasus Marzuqi Tak Bemuatan Politis

Wakil Bupati Jepara Dian Kristiandi menyebut, kasus yang menjerat Bupati Jepara tidak bermuatan politis

Wabup Jepara Dian Kristiandi : Kasus Marzuqi Tak Bemuatan Politis
Tribunjateng.com/Rifqi Gozali
Wakil Bupati Jepara Dian Kristiandi 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Wakil Bupati Jepara Dian Kristiandi menyebut, kasus yang menjerat Bupati Jepara tidak bermuatan politis. Hal itu diungkapkan menyusul ditetapkannya Marzuqi sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Saya kira tidak ada kaitannya apapun (politis, red). Kita tunggu hasilnya seperti apa," kata Dian Kristiandi saat ditemui sejumlah pewarta di ruang kerjanya, Jumat (7/12/2018).

Kasus yang berujung hingga KPK turun tangan ini bermula saat Marzuqi dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah atas dugaan penyalahgunaan bantuan keuangan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada tahun 2011 sampai 2013 sebesar Rp 79 juta. Atas laporan tersebut, Marzuqi ditetapkan sebagai tersangka.

Pada tahun 2017, Marzuqi kembali terpilih saat mencalonkan diri sebagai Bupati Jepara untuk periode kedua. Saat itu proses hukumnya di kejaksaan masih berjalan.

Mendekati pelantikan, Kejati mengeluarkan Surat Pemberitahuan Pemberhentian Penyidikan (SP3) atas kasus yang menderanya.

Tidak berhenti di situ, setelah terbit SP3 dari Kejati Jawa Tengah, kemudian kasusnya dipraperadilankan. Dia kalah dan kembali menyandang status tersangka.

Atas status tersangka yang dia sandang, akhirnya dia mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Semarang atas penetapan tersangka oleh Kejati. Pada praperadilan yang diajukan, hakim tunggal PN Semarang Lasito mengabulkannya.

Menangnya Marzuqi pada praperadilan di PN Semarang rupanya berbuntut laporan ke KPK. Dia diduga melakukan suap kepada hakim Lasito.

Menurut Andi, sapaan karib Dian Kristiandi, terkait bantuan hukum kepada Marzuqi, pihaknya akan mengomunikasikan ke Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Tengah atau ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP.

Sebab, meski sebagai kader PPP pada Pilkada 2017, Marzuqi bersama Dian Kristiandi diusung oleh PDIP melawan Subtoto bersama Nur Yahman yang diusung Golkar, PAN, Demokrat, PKB, Hanura, PPP, Nasdem, PKS, dan Gerindra.

"Setelah ini mungkin akan konsultasi dengan DPD PDIP. (Karena) PDIP tidak berdiri sendiri, DPC sendiri, DPD sendiri, DPP sendiri. Dicalonkannya atas rekomendasi dari DPP," kata Andi. (*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved