Tangani Kasus Korupsi di Kabupaten Batang, Kajari : Uang Negara Rp 1,4 Miliar Sudah Terselamatkan

Selama tahun 2018, Kejaksaan Negeri Kabupaten Batang telah menangani beberapa kasus dugaan adanya tindak korupsi di Kabupaten Batang

Tangani Kasus Korupsi di Kabupaten Batang, Kajari : Uang Negara Rp 1,4 Miliar Sudah Terselamatkan
dina indri
Kajari Kabupaten Batang, Nova Elida Saragih usai menyambangi gedunh DPRD Kabupaten Batang, Senin (10/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dina Indriani

TRIBUNJATENG.COM, BATANG -- Selama tahun 2018, Kejaksaan Negeri Kabupaten Batang telah menangani beberapa kasus dugaan adanya tindak korupsi di Kabupaten Batang, diantaranya dana BOS, RSUD Batang, pembangunan di Desa Simbang, penyelewengan Dana Desa.

Dari penangan kasus tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Batang, Nova Elida Saragih mengungkapkan telah menyelamatkan uang negera sekitar Rp. 1,4 miliar.

Dari kasus RSUD Batang, berhasil diselamatkan uang negara Rp. 800 juta.

“Ini terjadi karena ada kelebihan pembayaran namun ada niat baik dari pihak RSUD untuk mengembalikan uang negara, mekanisme ini karena ada payung hukumnya sehingga tidak sampai penuntutan, yang kita utamakan mengembalikan kerugian negara, sehingga perkara ini hentikan," ungkap Nova.

Dikatakannya, perkara tersebut sama halnya dengan perkara Desa Simbang Kecamatan Tulis ada dana negara Rp. 124 juta yang berhasil diselamatkan yang merupakan dana renovasi kantor kepala Desa.

Adapula Perkara Dana BOS SMK Muhammadiyah Bawang dengan tersangka Solikhin menyebabkan kerugian sekitar Rp 515 juta.

“Tapi uang negara dari perkara-perkara tersebut sudah dikembalikan pada tahap penyidikan, sehingga meringankan tuntutan yang awalnya 1 tahun 6 bulan, hasil putusan menjadi 1 tahun 3 bulan,” ujarnya.

Selain itu, Kejari Batang telah menyidangkan perkara lainnya yakni pertama tersangka Kartini perkara Simpan Pinjam Perempuan (SPP) PNPM tahun 2016 kerugian sekitar Rp.686 juta dituntut 3 tahun, putusan 2 tahun 6 bulan dengan denda Rp. 50 juta.

Penyelewengan Dana Desa dengan tersangka Minal Khosirin dengan perkara Dana Desa (DD) tahun 2015-2017 Kades Sumurbanger Kec Tersono, kerugian mencapai Rp. 300 juta ada pengembalian Rp.45 juta sekarang masih tahap penyidikan dan proses sidang.

“Untuk saat ini kasus lain belum ada, Cuma ada beberapa laporan yang masih kami pengumpulan data , kami mau klarifikasi terlebih dahulu, kalau terbukti nanti tetap kami tindak lanjuti,” tuturnya.

Disampaikannya juga, peringatan hari korupsi menjadi pengingat semua pemimpin, maupun lapisan masyarakat lainnya untuk saling mencegah, dan bersama memberantas korupsi.

"Ini menjadi momen penting bagi kita semua untuk saling mengingatkan dan berkomitmen untuk tidak korupsi, saya juga berharap di Kabupaten Batang bersih dari korupsi," pungkasnya.(*)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved