Presentasi Smart City, Bupati Wihaji Mendapat Apresiasi Tim Penguji

Presentasi konsep smart city Bupati Batang Wihaji mendapat apresiasi dari tim penguji closing ceremony menuju 100 smart city

Presentasi Smart City, Bupati Wihaji Mendapat Apresiasi Tim Penguji
Tribunjateng.com/Dina Indriani
Bupati Wihaji saat mempresentasikan konsep smart city kepada tim penguji closing ceremony menuju 100 smart city yang berlangsung di Nusantara Hall-ICE BSD City Tanggerang Selatan Banten, Rabu (12/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dina Indriani

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Presentasi konsep smart city Bupati Batang Wihaji mendapat apresiasi dari tim penguji closing ceremony menuju 100 smart city yang berlangsung di Nusantara Hall-ICE BSD City Tanggerang Selatan Banten, Rabu (12/12/2018)

Dalam rilis yang tertulis menyebut Kabupaten menjadi salah satu daerah yang telah MOU menuju 100 smart city Kementerian Komunikasi dan Informasi RI, Wihaji berkesempatan memaparkan konsep yang didampingi Kepala Dinas Kominfo Jamal Abdul Naser, Plt. Bapelitbang, Lany Dwi Rezeki.

"Saya sangat senang dan tertarik karena konsepnya luar biasa, Bupati Wihaji menyakinkan kita semua dengan kreatifitas inovasinya memanfaatkan potensi sumber daya alam yang sangat strategis dalam membangun daerahnya menjadi smart ," ujar satu diantara tim penguji, Farid Subahan pendamping smart city Kominfo RI.

Dijelaskannya, data kelola e-goverment, branding wisata, ekonomi living dan smart infairent yang di yakinkan dengan komitemen kepala daerah, karena komitmen Bupati dan sistem menjadi penentu utama dalam perencanaan pembangunan dan itu ada di Kabupaten Batang.

"Setelah kami evaluasi dokumen presentasinya bagus dan saya yakin dapat diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ( RPJMD), karena sudah ada roadmap yang tinggal dijalankan saja," jelas Farid Subkhan yang juga Founder dan CEO Citiasiainc.

Ia pun memberi catatan bahwa konsep jangka panjang bukan menjadi tanggung jawab Bupati Wihaji saja, tapi harus ada kejelasan kepastian akselerasi smart city yang pembangunan jangka panjangnya sampai 2028, sehingga harus ada kesinambungan dengan bupati periode selanjutnya.

Dihadapan lima penguji dari kalangan akademisi ITB dan pakar IT, Wihaji menjelaskan konsep smart city Batang Resouces Integration and Callaboration System (BRICS) sebagai sistem informasi sumberdaya pemerintah terintegrasi dan kolabolarsi yang sudah smart dengan e-goverment.

"Smart city kita miliki visi dan misi yang nyaman sebagai tempat tinggal dan dan tempat beraktivitas, ramah untuk kehidupan bermasyarakat, sehingga tercipta kerukunan antar umat, Kreatif dalam menciptakan atmosfir kota yang inspiratif, terrwujudnya Kabupaten Batang yang Nyaman, Ramah, Kreatif, Inovatif dan berdaya saing dalam menciptakan atmosfir kota yang inspiratif yang berbeda efektif, efisien dan sederhana mengikuti perkembangan teknologi,"tutur Wihaji

Dijelaskan pula bahwa konsep smart city akan merubah pola pikir masyarakat sehingga harus efektif, efisien dan sederhana, karena merubah pola pikir masyarakat tidaklah mudah, untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah harus ada sukses history.

"Kami punya program sosial yang smart yaitu e-sakti (elektronik santunan kematian) yang tidak nipu, tidak hanya janji, tapi jelas sumber dananya dan yang mendapatkanya pun jelas, mudah dan cepat dengan hanya menggunaka HP santunan kematian Rp 1juta bisa dicairkan," jelasnya

Dikatakannya, dalam penerapan smart city, smart village dan smart go grend untuk mempermudah masyarakat terlayani dengan pemanfaat IT, bukan mempwrsulit dan menambah maslah masyarakat.

"Oleh karena itu, kita juga telah memasang spot - spot WiFi gratis di ruang publik diantarnya Alun-alun Kabupaten Batang, Pasar Batang, Hutan Kota Rajawali, RSUD Kota Batang, Jalan Veteran dan Pendopo Kabupaten Batang, hal ini juga untuk mendukung Kabupaten Batang sebagai daerah investasi dan pariwisata sebagai Heaven of Asia," pungkasnya.

Memasuki revolusi Industri 4.0 dikatakan Wihaji, dalam pemanfatan IT menjadi sebuah kebutuhan masyarakat, sehingga Pemkab wajib memberikan pelayanan melalui program smart city yang sudah masuk dalam Rencana Program Jangka Menengah Daerah RPJMD. (*)

Penulis: dina indriani
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved