Disnakertrans Batang Optimis Target Serap 10 Ribu Tenaga Kerja Bisa Tercapai

Plt Disnakertrans, Agung Wisnu Barat Kabupaten Batang menyebut pihaknya optimis dapat menyerap 10 ribu tenaga kerja

Disnakertrans Batang Optimis Target Serap 10 Ribu Tenaga Kerja Bisa Tercapai
Tribunjateng.com/Dina Indriani
Plt Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Agung Wisnu Barat Kabupaten Batang 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dina Indriani

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Plt Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Agung Wisnu Barat Kabupaten Batang menyebut pihaknya optimis dapat menyerap 10 ribu tenaga kerja bahkan bisa lebih sebelum tahun 2022.

Pasalnya, pada kepemimpinan Bupati Batang, Wihaji dan Wakil Bupati, Suyono mempunyai visi misi untuk bisa menyerap 10 ribu tenaga kerja dan menggenjot dinas terkait untuk dapat ikut membantu merealisasikannya.

"Melihat potensi dunia industri yang nantinya akan tercipta di Kabupaten Batang, saya optimis 10.000 lapangan kerja sebelum berakhir masa jabatannya dapat terselesaikan bahkan bisa lebih," ujarnya saat ditemui di kantornya, Jumat (14/12/2018)

Agung mengatakan perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah ( RTRW) yang akan selesai pada tahun 2019 akan memberikan dampak yang sangat besar, karena para investor saat ini telah mengantri untuk dapat berinvestasi di Kabupaten Batang hanya saja masih terkendala perubahan RTRW.

"Saya menyakini di tahun 2019, 10.000 tenaga kerja bakal tercapai, karena perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah ( RTRW) bakal selesai di tahun itu juga, yang artinya ratusan Penanaman Modal Dalam Negeri dan Asing yang mengantri siap berinvestasi," jelasnya.

Hingga akhir tahun 2018, berdasarkan data Disnakertrans penyerapan tenaga kerja sudah mrncapai 4000 tenaga kerja.

"Ini akan terus bertambah dengan signifikan, apalagi baru - baru ini ada beberapa Perusahaan telah menandatangani Letter of intent ( LOI) ketertarikan berinvestasi di Batang yang membutuhkan 5000 tenga kerja," ujarnya.

Untuk pemenuhan tenaga kerja lokal yang memiliki keahlian, pihakny akan lebih menguatkan Balai Latihan Kerja.

Hal ini untuk mengimbangi persaingan tenaga luar daerah Batang.

"Saya harus membaca peluang tenga kerja lokal dengan melatih skill yang dibutuhkan perusahaan untuk masuk di perusahaannya, agar peran tenaga lokal banyak yang masuk," ujarnya.

Begitu juga juga dengan pelatihan kewirausahaan, untuk menciptakan 1.000 wiara usaha baru.

Karena sesuai dengan arahan Bupati Wihaji dalam pelatihanya kita akan menggandeng bank untuk dapat mendapatkan modal usaha dan peluang market atau pasarnya.

Menurutnya, Bupati Wihaji sangat konsisten dalam penguatan sumber daya manusia di Batang untuk mencipatakan wirausaha baru maupun menciptakan tenaga kerja ahli.

" Bupati Wihaji sangat konsen sekali, sehingga disetiap pelatihan kewiraushaan kita harus undang Bank, pasarnya jelas, peralatan teknologi apa yang kita bantu, jadi peserta pelatihan usai pelatihan langsung bisa usaha, tidak sekedar pelatihan saja dan tidak mengetahui kelanjutanya," pungkasnya. (*)

Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved