Penerapan Ozonisasi Pada Sayur dan Buah Jadi Cara Berdiet Secara Sehat

Direktur Utama Rumah Sakit Nasional Diponegoro Prof DR Dr Susilo Wibowo kembali menemukan manfaat lain dari penerapan ozonisasi di dunia kesehatan.

Penerapan Ozonisasi Pada Sayur dan Buah Jadi Cara Berdiet Secara Sehat
TRIBUN JATENG/DENI SETIAWAN
Di Ruang Instalasi Gizi RSND Semarang, Jumat (14/12/2018), dr Annta Kern Nugrohowati mempraktikkan penggunaan sistem ozonisasi pada sayur yang telah layu atau tersimpan selama sekitar 4 hari. Setelah 15 menit, sayur tersebut terlihat kembali segar. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Direktur Utama Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) Prof DR Dr Susilo Wibowo kembali menemukan manfaat lain dari penerapan ozonisasi di dunia kesehatan.

Tak sekadar menghilangkan paparan (redusi) pestisida pada sayur-mayur maupun buah, tetapi juga menjadi media berdiet alamiah yang mujarab.

Pernyataan itu disampaikannya saat ditemui Tribunjateng.com, Jumat (14/12/2018) di ruang kerjanya di RSND Jalan Prof H Soedarto SH Kompleks Universitas Diponegoro (Undip), Tembalang Kota Semarang.

"Apa yang kami sampaikan itu bukan isapan jempol. Tetapi sudah ada statment dari beberapa orang ketika mereka secara langsung mencoba menerapkan cara ozonisasi untuk bahan-bahan sayuran maupun buah di rumahnya. Ini adalah manfaat lain ketika seseorang, khususnya wanita gemuk yang ingin berdiet," katanya.

75 Peserta CPNS Bakal Memperebutkan 11 Formasi Dosen Universitas Diponegoro Semarang

Mantan Rektor Undip Semarang itu secara singkat mengutarakan, sebelum mereka mengolah atau menyantap sayur-mayur maupun buah yang dibeli di pasar misalnya, terlebih dahulu direndam menggunakan alat bernama ozonizer atau ozone generator sterilizer. Tunggu beberapa menit, barulah diolah.

“Zat-zat racun yang menyebabkan kegemukan dapat hilang seketika. Sehingga tidaklah cukup sekadar dicuci menggunakan air keran. Sebenarnya pula bisa disterilkan menggunakan air panas, tetapi tidak bisa optimal untuk menghilangkan redusi pestisida tersebut. Dan sekiranya, cara diet alami ini perlu disosialisasikan serta diedukasikan," tandasnya.

ESDM Goes to Campus 2018 Digelar di Undip

Dokter spesialis andrologi tersebut juga menandaskan, tidaklah mahal untuk memiliki alat ozon tersebut.

Alat tersebut pun dijual bebas di pasaran. Harga standar atau yang terjangkau yakni pada kisaran Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per alat.

Dimana dari hasil praktik, dapat berfungsi optimal hingga 5 tahun.

Halaman
123
Penulis: deni setiawan
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved