Dispertan Kabupaten Boyolali Mulai Kembangkan Perkebunan dan Olahan Kopi Khas Boyolali

Pemkab akan mengembangkan perkebunan kopi yang ada di Kabupaten Boyolali. Kopi yang memiliki nilai jual tinggi

TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI – Sebagai langkah untuk mengembangkan sektor pertanian, salah satunya dengan berkolaborasi dengan sektor pariwisata.

Hal tersebut sebagai upaya untuk mengangkat kesejahteraan petani. Sehingga Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Boyolali terus melakukan terobosan untuk mensejahterakan masyarakat Kota Susu.

Hal itu disampaikan Kepala Dispertan Kabupaten Boyolali, Bambang Jiyanto saat Peringatan Hari Perkebunan ke-61, yang digelar di halaman depan Rumah Dinas Bupati Boyolali, pada Jumat (14/12/2018).

Dikatakan Bambang, pihaknya terus mengembangkan perkebunan kopi yang ada di Kabupaten Boyolali. Kopi yang memiliki nilai jual tinggi, sangat potensial mendatangkan wisatawan dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi untuk petani.

Hal tersebut karena kelompok tani dibina secara serius dan juga diajari secara professional mengenai pengolahan kopi ini.

“Banyak masyarakat yang minta untuk dikembangkan kopi. Karena nilai ekonomisnya sangat tinggi,” ujar Bambang.

Dilanjutkan olehnya, sampai saat ini di wilayah Boyolali sudah dikembangkan ratusan ribu bibit kopi. Kopi tersebut banyak dikembangkan di wilayah sabuk lereng Merapi dan Merbabu.

“Sebelumnya sudah kita tanam 140 ribu kopi. Untuk bulan Desember ini saja ditambah 100 ribu,” ujarnya.

Dengan banyaknya tanam kopi, diharapkan empat tahun kemudian, kebutuhan kopi di Boyolali dapat terpenuhi.

Karena memang untuk saat ini, permintaan kopi di Boyolali belum bisa terpenuhi karena masih minimnya produksi kopi dari masyarakat.

Selain untuk menambahkan nilai ekonomis, dengan penanaman kopi ini juga untuk menjaga kelestarian alam kawasan hutan.

“Kita tidak akan jual kopi secara mentah. Tapi kita olah dulu menjadi kopi yang siap seduh, atau bubuk kopi,” ungkap Bambang.

Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Boyolali, Sugiyanto menyatakan sektor pertanian memberi kontribusi terhadap pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) yang cukup besar yakni sebesar 22 persen.

“Kami optimis keberhasilan sektor pertanian ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani,” terangnya.

Dengan demikian pertanian masih menjadi andalan ekonomi masyarakat di Boyolali. untuk itu pihaknya mendorong langkah Dispertan untuk terus meningkatkan pertanian di Boyolali dengan berbagai inovasi.(Humas Pemkab Boyolali)

Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved