Kerabat Keraton Solo Pakai Uang Pribadi Gaji Ratusan Abdi Dalem Setiap Bulan

Ratusan abdi dalem digaji pakai uang pribadi kerabat Keraton Solo setiap bulannya.

Kerabat Keraton Solo Pakai Uang Pribadi Gaji Ratusan Abdi Dalem Setiap Bulan
Abdi dalem berjalan di sekitar Kori Kamandungan Lor, pintu utama Keraton Solo sebelum peringatan naik tahta PB XIII dimulai, Kamis (12/4/2018) pagi. TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADIPHA 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Ratusan abdi dalem digaji pakai uang pribadi kerabat Keraton Solo setiap bulannya. Hal itu diungkapkan juru bicara Kerabat Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Eddy Wirabhumi, Sabtu (15/12/2018).

Menurutnya bahkan sejak tujuh tahun terakhir merogoh kocek pribadi hingga senilai Rp80 juta per bulan menggaji 500 abdi dalem Keraton Solo.

Menurutnya itu diakibatkan tak adanya kesepakatan pembentukan Unit Pelaksana Teknis pengelolaan Keraton Solo antara kerabat Keraton Surakarta dengan Raja Keraton Surakarta, PB XIII pasca rekonsiliasi.

"Belum ada kesepakatan pembentukan UPT berdampak tak cairnya dana bantuan pemerintah untuk Keraton. Kita setuju UPT yang dibentuk pemerintah. Tapi PB XIII tidak setuju," katanya.

Menurut dia, revitalisasi Keraton Solo terganjal belum terbentuknya UPT. Selain itu, hal tersebut membuat gaji 500 abdi dalem jadi tersendat.

"Saya kasihan lihat gaji abdi dalem nunggak. Lalu kami putuskan menggunakan uang pribadi menggaji ratusan abdi dalem selama tujuh tahun," urainya.

Ia menuturkan, pemerintah pusat terakhir menggaji abdi dalem 2011 silam.

Menurutnya hal tersebut sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) 29 Tahun 1964 tentang Pemberian Bantuan Berupa Uang kepada Abdi Dalem dan Pensiunan Abdi Dalem Keraton Surakarta.

"Kita ingatkan pemerintah terkait Perpres. Keraton Surakarta ini berstatus Benda Cagar Budaya sehingga harus memperhatikan nasib abdi dalem," terangnya.

Lebih jauh ia menuturkan gaji abdi dalem berbeda-beda. Paling rendah Rp100 ribu, paling tinggi Rp1,5 juta.

"Kita harapannya UPT segera dibentuk. Agar pemerintah mengucurkan dana revitalisasi keraton dan mencukupi gaji abdi dalem," kata dia.

Terpisah, Juru bicara PB XIII, Ferry Firman Nurwahyu kepada wartawan menuturkan sebenarnya Sinuhun PB XIII pun telah merogoh kocek pribadi mengaji 150 abdi dalem setiap bulan.

"Sebenarnya kerabat keraton mau menjalankan isi kesepakatan akta perdamaian, persoalan gaji abdi dalem selesai," paparnya. (*)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved