Pati Jadi Terbaik Kedua se-Jateng Kategori Penyaluran DAK Fisik 2018

Pemerintah Kabupaten Pati meraih penghargaan sebagai daerah terbaik kedua se-Jawa Tengah dalam kinerja penyaluran Dana Alokasi Khusus

Pati Jadi Terbaik Kedua se-Jateng Kategori Penyaluran DAK Fisik 2018
ISTIMEWA
Penyerahan penghargaan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kepada Kabupaten Pati yang meraih terbaik kedua penyaluran DAK fisik 2018 pada acara Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD), Senin (17/12/2018) di Gedung Gradhika Semarang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dwi Laylatur Rosyidah

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Pemerintah Kabupaten Pati meraih penghargaan sebagai daerah terbaik kedua se-Jawa Tengah dalam kinerja penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik tahun anggaran 2018.

Selain itu juga menerima alokasi dana transfer sebesar Rp 2,1 triliun.

Penghargaan diserahkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kepada Bupati Pati Haryanto pada acara Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD), Senin (17/12/2018) di Gedung Gradhika Semarang.

Bupati Haryanto menjelaskan penghargaan ini merupakan kado untuk semua stakeholder yang telah bersama-sama berkontribusi dan bekerja keras, hingga Pati mampu memperoleh penghargaan tersebut.

"Jadikan ini sebagai penyemangat kita, agar di tahun berikutnya bisa menjadi yang terbaik pertama," tegas Haryanto.

Hal tersebuat diaminkan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKPD) Turi Atmoko, yang mengatakan pencapaian ini merupakan buah dari kerja tim dan semangat guyub rukun di bawah bimbingan serta arahan Bupati Pati Haryanto.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan bahwa alokasi transfer ke daerah dan dana desa tahun 2019 untuk seluruh Pemerintah Daerah di wilayah Jawa Tengah ditetapkan sebesar Rp 69,35 triliun.

Anggaran Transfer ke Daerah dan Dana Desa tahun 2019 tersebut nantinya diarahkan untuk memperbaiki kuantitas dan kualitas pelayanan publik serta pembangunan sumberdaya manusia.

"Perbanyak belanja modal, hilangkan mark up hilangkan terlalu banyak rapat, acara seminar. Integritas didorong betul-betul agar tidak terjadi penyalahgunaan. Dorongannya pada SDM, kalau SDM bagus ini bisa mendorong investasi maka kita mendapatkan manfaat yang lebih banyak untuk masyarakat," katanya.

Halaman
12
Penulis: Dwi Laylatur Rosyidah
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved