Liputan Khusus

Kiat UMKM Siasati Dampak Pengoperasian Jalan Tol Trans Jawa

Pengoperasian jalan tol Pejagan - Pemalang seksi 1 dan 2 pada pertengahan 2016 silam, serta seksi 3 dan 4 pada November 2018 lalu

Kiat UMKM Siasati Dampak Pengoperasian Jalan Tol Trans Jawa
budi susanto
Rest area Kelangdepok di Tol Fungsional Pemalang Batang dipadati kendaraan pemudik, Senin (11/6/2018). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Pengoperasian jalan tol Pejagan - Pemalang seksi 1 dan 2 pada pertengahan 2016 silam, serta seksi 3 dan 4 pada November 2018 lalu, turut memberikan dampak bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Brebes dan sekitarnya. Terutama bagi para pelaku UMKM di sepanjang jalur pantai utara (Pantura).

Terlebih, Presiden RI Joko Widodo mencanangkan tol trans Jawa, Jakarta - Surabaya, sudah tersambung sepenuhnya, pada libur natal 2018 dan tahun baru 2019 (Nataru).

Dan sebagaimana agenda, Presiden akan meresmikan Tol Batang-Semarang sepanjang 75 kilometer dan Tol Salatiga-Kartasura 32 Kilometer besok Kamis 20 Desember 2018.

Tribun Jateng menelusuri dampak operasional jalan tol bagi pelaku UMKM. Seorang pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Brebes, Yendra Purnama, mengaku dampak negatif tol hanya ia rasakan dalam enam bulan pertama, pascapengoperasian. Menurut dia, setelahnya, hingga kini, keberadaan tol tak lagi menjadi persoalan.

Bahkan, dirasa membawa dampak positif baginya. ‎"Setelah tol beroperasi, tentu ada dampak bagi kita‎. Kendaraan yang biasanya lalu-lalang, melintasi pantura, kan banyak yang beralih ke tol," kata Yendra, owner YES Aja Klalen, sebuah UMKM yang menjual berbagai oleh-oleh khas Brebes, berada di sisi kiri jalan pantura ke arah Jakarta. ‎

Diakui, pada awal-awal beroperasinya tol, omzet toko miliknya cenderung berkurang. Bahkan, pada sekitar enam bulan pertama omzet yang ada turun hingga 40 persen.

"Semisal, dulu (sebelum ada tol) biasanya per hari hingga Rp5‎ juta, setelahnya hanya Rp3 jutaan saja," ucap Yendra, yang tokonya hanya berjarak selemparan batu dari jembatan Sungai Pemali, Brebes.‎‎

Namun, meski dalam enam bulan pertama‎, diakuinya, sebagai masa-masa sulit, ia tetap yakin kondisi itu tak akan berlangsung selamanya. Berbagai upaya pun ia lakukan, untuk kembali mendongkrak penjualan.

"Saya juga yakin, tak selamanya orang-orang akan ‎melulu lewat tol. Pasti ada bosannya juga, kalau tidak macet, pasti banyak juga yang milih lewat pantura lagi," ucapnya.

Upaya yang dilakukan Yendra, guna mendongkrak penjualan antara lain, menggencarkan promosi melalui media sosial (medsos). Serta, memasang dua baliho di sisi tol menuju arah Jakarta, dan juga arah sebaliknya, Jakarta - Semarang.

Halaman
1234
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved