Pembangunan Tiga Proyek Milik Distaru Alami Keterlambatan, Irwansyah Ancam Putus Kontrak

Pembangunan gedung parkir delapan lantai di Balai Kota Semarang terancam tak selesai tepat waktu

Pembangunan Tiga Proyek Milik Distaru Alami Keterlambatan, Irwansyah Ancam Putus Kontrak
Tribunjateng.com/M Zaenal Arifin
CEK PEMBANGUNAN - Pejabat Distaru Kota Semarang meninjau pembangunan gedung parkir 8 lantai di kompleks Balai Kota Semarang, Senin (17/12). 

SEMARANG, TRIBUN - Pembangunan gedung parkir delapan lantai di Balai Kota Semarang terancam tak selesai tepat waktu. Hingga Senin (17/12), pembangunan yang diharapkan mencapai 92 persen baru terealisasi 85,06 persen.

Sekretaris Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang, M Irwansyah, mengatakan, terjadi keterlambatan pengerjaan jika dilihat dari rencana kerja. Proyek yang dikerjakan PT Tigamas Mitra Selaras itu bernilai kontrak Rp 47,75 miliar.

"Ada deviasi minus sekitar tujuh persen dan kondisi sekarang yang baru mencapai 85,06 persen. Target selesai, 28 Desember. Kami sudah meminta rekanan pelaksana mengejar keterlambatan itu. Jika tidak terkejar sampai batas kontrak, kami akan putus kontrak," kata Irwansyah seusai meninjau proyek, Senin.

Menurutnya, konsekuensi dari putus kontrak adalah rekanan dibayar sesuai prosentase proyek yang dikerjakan. Pelaksana juga bakal masuk daftar rekanan yang di-blacklist. Sementara, untuk penyelesaian proyek, akan dilanjutkan tahun berikutnya di perubahan APBD 2019.

Dikatakan Irwansyah, pekerjaan yang belum dilakukan kontraktor saat ini adalah pemasangan lift dan genset. Jika pekerjaan tersebut sudah dilaksanakan maka kontraktor tinggal melakukan finishing di beberapa bagian.

Irwansyah mengungkapkan, gedung parkir delapan lantai tersebut terhubung dengan gedung parkir lama yang saat ini hanya diperuntukkan bagi roda dua. Gedung parkir lama tersebut dikerjakan tahun lalu. Nantinya, secara keseluruhan, gedung parkir yang ada di balai kota ini dapat menampung 1.300 motor dan 300 mobil.

Target Tiga Proyek Lain juga Mleset

Selain gedung parkir, Irwansyah mengungkap proyek lain yang mengalami keterlambatan. Di antaranya, pembangunan Alun-alun Pasar Johar Baru. Proyek senilai Rp 50 miliar itu ditargetkan selesai 28 Desember mendatang.

"Untuk proyek Alun-alun Johar, ada deviasi minus sekitar 8 persen juga. Itu karena di bawah alun-alun terdapat pipa PDAM sehingga mengganggu pelaksanaan pengerjaan," jelasnya.

Selain itu, ada juga pembangunan kantor Kecamatan Gajahmungkur. Ia menyebutkan, prosentase keterlambatan tidak jauh beda dari pembangunan gedung parkir dan Alun-alun Johar, yaitu 7 persen.

Kendati demikian, Irwansyah tetap meminta rekanan mengejar ketertinggalan pelaksanaan agar rampung sesuai kontrak. Di antaranya, lewat penambahan jumlah pekerja dan jam kerja (lembur).

Halaman
12
Penulis: m zaenal arifin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved