Tahun 2019, Kartu Batang Sehat Bakal Dihapus

epala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang, dr Hidayah Basbeth menyebut pada tahun 2019 Kartu Batang Sehat akan dihapus

Tahun 2019, Kartu Batang Sehat Bakal Dihapus
Tribunjateng.com/Dina Indriani
Kepala Dinkes Batang, Hidayah Basbesth saat ditemui di kantornya 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dina Indriani

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang, dr Hidayah Basbeth menyebut pada tahun 2019 Kartu Batang Sehat akan dihapus atau tidak diberlakukan lagi.

Hal itu sesuai dengan kebijakan baru, yang mana mulai tahun 2019 tidak akan ada lagi bantuan kartu Batang Sehat (KBS), meski begitu fasilitas kesehatan masih akan diberikan pemerintah melalui JKN KIS Terintegerasi Kabupaten.

"Jadi mulai tahun depan sudah tidak ada lagi jamkesda atau Kartu Batang Sehat tapi nanti akan diganti ke JKN-KIS," tuturnya, Rabu (19/12/2018).

Dikatakan Basbeth, rencananya untuk tahun 2019 mendatang pihaknya sudah mengaanggarkan sekitar 48.913 warga melalui kontribusi 37,5 Persen dari realisasi penerimaan pajak rokok atau sekitar Rp 13,5 Milyar.

"Untuk tahun 2019 mendatang akan diberikan kepada sekitar 48.913 warga. Jumlah ini bertambah lantaran memang ada tambahan anggaran melalui kontribusi 37,5 Persen dari realisasi penerimaan pajak rokok atau sekitar Rp 13,5 Milyar," terangnya.

Dijelaskan, dari sekitar 48 ribu orang tersebut, Dinkes sudah mengalokasikan untuk 15.000 orang yang sebelumnya telah mendapatkan fasilitas Kartu Batang Sehat (KBS).

Saat ini pihaknya sedang memantapkan data kemiskinan yang ada untuk memberikan alokasi penerimaan JKN KIS untuk sekitar 23.000 orang.

"Jadi dari 48 Ribu, penerimanya sudah ditetapkan sejumlah 15.000 orang yang sebelumnya sudah menerima bantuan KBS. Nah sekitar 10.913nya akan kami keluarkan secara bertahap. Untuk saat ini kami masih memikirkan akan kami berikan ke siapa yang sejumlah 23.000 orang tersebut. Karena hingga saat ini belum ada data kemiskinan yang pas, kami masih berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mendapatkan data tersebut, agar bisa segera mungkin nanti kami daftarkan ke BPJS Kesehatan untuk mendapatkan JKN-KIS," jelasnya.

Menurutnya, dari tahun ke tahun Pemkab sudah berkomitmen untuk menyehatkan masyarakat, salah satunya dengan alokasi Jamkesda atau Kartu Batang Sehat dengan jumlah kepesertaannya sendiri menaingkat tiap tahunnya.

Mulai dari tahun 2015 sekitar 9.750 jiwa, 2016 sekitar 10 jiwa dan tahun 2017-2018 sebanyak 15.000 jiwa. Dan kini untuk tahun 2019 akan berganti ke JKN KIS kabupaten dengan penerima sebanyak 48.913 jiwa.

Asisten II Pemkab Batang, Wondhi Roekito berharap, pemberian bantuan JKN KIS kabupaten ini bisa tepat sasaran, sehingga nantinya hanya benar-benar miskin yang bisa menerima bantuan JKN KIS ini.

"Dari koordinasi yang ada hingga saat ini memang belum ditemukan data yang valid terkait data kemiskinan, by name by address," tuturnya.

Oleh karenanya, ia menghimbau ke dinas terkait, agar dapat memberikan data kemiskinan yang valid.

"Kami harap dinas terkait bisa segera memberikan data sehingga Dinkes bisa segera mengurus pemberian bantuan JKN KIS ini. Dan kami harap bantuan ini bisa tepat sasaran, dan diterima mereka yang benar-benar membutuhkan," pungkasnya. (*)

Penulis: dina indriani
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved