Awas, Main Gadget Sembari Makan Manis Bisa Picu Diabetes Pada Anak, Ini Penjelasan Dokter

Pemberian makanan atau minuman manis, seperti susu instan dalam kemasan , permen, dan sebagainya ternyata menaikkan potensi anak terkena diabetes

Awas, Main Gadget Sembari Makan Manis Bisa Picu Diabetes Pada Anak, Ini Penjelasan Dokter
Net
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Faizal M Affan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Mulai saat ini, pertimbangkan memberikan makanan atau minuman manis kepada anak-anak.

Pemberian makanan atau minuman manis, seperti susu instan dalam kemasan , permen, dan sebagainya ternyata menaikkan potensi anak terkena diabetes melitus.

"Angka kejadian Diabetes Melitus (DM) pada anak usia 0-18 tahun melonjak sebesar 700 persen dalam kurun waktu 10 tahun belakangan ini" kata dr. Nur Anna CS, Sp.PD,FINASIM, dokter spesialis penyakit dalam RSI Sultan Agung Semarang dalam peringatan World Diabetes Day (WDD) di CFD Simpang Lima Semarang belum lama ini.

Tema WDD tahun ini adalah Diabetes and Family. Maksudnya, risiko terkena DM bukan pada orang tua saja, tapi juga harus peduli kepada anak-anak.

"Diabetes Melitus adalah penyakit yang disebabkan kelebihan kadar gula dalam darah. Sehingga menyebabkan kerusakan insulin (zat yang berfungsi mengatur kadar gula dalam darah)," paparnya.

Menurut dokter Nur, anak yang diindikasikan DM ditandai dengan banyak makan dan minum.

Sering kencing atau mengompol disertai berat badan yang naik drastis dalam satu sampai enam minggu.

"Anak menjadi mudah lelah, marah, bahkan ada yang mengalami sesak napas dan dehidrasi," ungkapnya.

Jika tak segera tertangani atau mendapatkan pertolongan, diabetes pada anak kecil bisa menyebabkan penyakit komplikasi.

Semisal, penyakit jantung, stroke, glaukoma, gagal ginjal dan luka sulit sembuh.

"Cara pencegahannya, mulai dari sekarang lakukan pengelolaan pola hidup sehat pada anak. Membiasakan olahraga dan gerak. Atur agar anak-anak tidak terpapar ponsel dalam waktu lama, sehingga menyebabkan malas gerak," katanya.

Pola makanan juga berpengaruh. Oleh karena itu dokter Nur himbau untuk mempertimbangkan pemilihan jenis makanan yang hendak dikonsumsi.(*)

Penulis: faisal affan
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved