Perda RTRW dan Kendala Sosial Masih Menghambat Ratusan Investor

Ratusan investor masih menunggu perubahan Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) mendirikan perusahaan di wilayah Kabupaten Batang.

Perda RTRW dan Kendala Sosial Masih Menghambat Ratusan Investor
Istimewa
Sekda Batang, Nasikhin saat membuka Sosialisasi Peraturan dan Kebijakan Penanaman Modal di Hotel Sendang Sari Batang, Rabu ( 19/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dina Indriani

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Ratusan investor masih menunggu perubahan Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) mendirikan perusahaan di wilayah Kabupaten Batang.

Tak hanya itu, kendala sosial juga turut menjadi permasalahan para investor sehingga menghambat mereka untuk berinvestasi di Batang

Hal tersebut disampaikan Sekda Batang Nasikhin saat membuka Sosialisasi Peraturan dan Kebijakan Penanaman Modal Di Hotel Sendang Sari Batang Rabu ( 19/12/2018).

“Perda tata ruang sudah melakukan revisi selama tiga tahun belum selesai, hambatanya selama revisi terjadi peraturan yang berubah, maka setiap kali kita datang ke Kementerian harus melakukan perubahan,” tutur Nasikhin.

Ia pun menjelaskan bahwa, dalam revisi Perda RTRW ada beberapa lokasi yang akan diperuntukan sebagai lokasi industri, yang lokasinya luasannya di bawah 50 hektar tapi di atas 5 hektar. Lokasi tersebut menyebar di jalan Pantura Batang sampai Gringsing.

“Diusulkan juga, di Perda RTRW untuk kawasan industri yang luasnya melebihi 50 hektar, usulan itu lokasinya di Desa Kenconorejo Kecamatan Tulis di Kebun Simbangjati yang luasnya 50 hektar," katanya.

Alasannya, tempat sangat strategis dekat dengan jalan pantura, jalan tol dan rel ganda kereta api, dan Kementerian Perindustrian juga sudah melakukan penelitian master plannya.

Sedangkan, untuk Kecamatan Banyuputih tepatnya di Desa Penundan. siap di jadikan kawasan industri.

Pihaknya sudah sediakan 100 hektar walaupun lahan milik warga. Begitu juga Desa Sawangan Kecamatan Gringsing juga akan dijadikan kawasan industri.

“Sudah ada investor yang berniat dan menghendaki lahan dengan luasan sampai ratusan hekter, yaitu Nusa Oil dari Jakarta yang akan membangun pelabuhan migas yang rencananya di pantai Celong, grand design nya sudah ada dan akan melakukan reklamasi laut agar mencapai luasan yang di tentukan,” ungkapnya.

Dijelaskan pula dengan memiliki sumber energi listrik yaitu PLTU 2x1.000 MW energi listrik Batang sangat tercukupi, sehingga mampu menopang kebutuhan listrik untuk kawasan industri.

“Listrik tidak langsung di saluran melalui sutet Jawa-Bali, tapi ditampung dulu di gardu induk di Desa Kenconorejo, maka seluruh Kabupaten Batang dipastikan energi listrik tercukupi, inilah yang menjadi daya tarik Batang bagi Investor," ujarnya.

Nasikhin pun optimistis branding “Ayo Piknik lan Investasi Neng Batang” akan segera terwujud walaupun ada kendala sosial, tapi ia yakin bisa terurai dan dapat teratasi.

“Harapan Bupati Wihaji semua komponen masyarakat Kabupaten Batang bisa berkontribusi menjaga kondusifitas wilayah, agar Batang leibih baik dan lebih sejahtera. Karena semua masalah ada jalan keluarnya yang terpenting komunikasi dan koordinasi,” katanya.(din)

Penulis: dina indriani
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved