Bupati Manggarai Barat Provinsi NTT Belajar Sistem Kelola Penganggaran Aplikasi e-Planning di Batang

Dikatakannya, pihaknya telah mencari informasi melalui google dan daerah sekitar dan hasilnya merekomendasikan untuk belajar ke Batang

Bupati Manggarai Barat Provinsi NTT Belajar Sistem Kelola Penganggaran Aplikasi e-Planning di Batang
Tribunjateng.com/Dina Indriani
Bupati Kabupaten Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur Agustinus Ch. Dilai bersama rombongan saat mendatangi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang, Jumat (21/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dina Indriani

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Bupati Kabupaten Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur Agustinus Ch Dilai bersama rombongan mendatangi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang, kedatangan mereka ingin belajar tentang keberhasilan menerapkan sistem tata kelola perencana penganggaran dengan menggunakan aplikasi e-planing.

Bupati Agustinus mengatakan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat masih membutuhkan perencanaan yang baik, dan sistematis sehingga masih perlu belajar.

"Pemkab kami sangat membutuhkan perencanaan yang baik, sistematis, pasti agar tidak terjadai over laping dan pembiasaan anggaran dan yang lebih penting lagi sesuai regulasi, maka mulai 2020 kita rencanakan e-planing," tuturnya.

Dikatakannya, pihaknya telah mencari informasi melalui google dan daerah sekitar dan hasilnya merekomendasikan untuk belajar ke Batang.

Menurutnya, e-planing Batang sangat baik maka pihaknya memutuskan untuk bersama berdiskusi dan melihat langsung Informasi Teknologi sebagai benda ajaib yang di gunakan untuk merencanakan tata kelola perencanaan pengelolaan.

"Sistem e-planing bagi kami sangat penting karena perintah konsepsi dari KPK untuk mengakomodir kepentingan publik dan terbebas dari intervensi dari luar," jelasnya

Bupati Batang Wihaji mengatakan bahwa setiap Kabupaten ada kesamaan dan masing - masing punya kelebihan, oleh karena itu Pemkab Batang juga perlu belajar banyak tentang pariwisata ke Manggarai karena wisatanya sangat terkenal dengan hewan komodonya.

"Memang sudah banyak yang belajar tentang siatem Aplikasi e-planing yang jumlah sudah 35 Kabupaten, tapi yang sudah MOU 14. Mereka menganggap sistem kita sangat sederhana tidak terlalu rumit dan mudah dipelajari," tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa tata kelola pemerintahan yang baik di tentukan oleh dua hal, yaitu 40 persen komitmen kepala daerah, 45 persen ditentukan oleh sistem dan 15 persen lain - lain.

" Sebaik - baik sistem kalau tidak ada komitemen dari kepala daerah maka sistem itu itu akan sia - sia saja, karena sudah ada dua Bupati yang terkena OTT yang telah bekerja sama e-paling dengan kita yaitu Bupati Ngada Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Bupati Cianjur Jawa Barat," ujarnya.

Dijelaskan pula untuk mensukseskan sistem juga harus ada kesejahteraan yang cukup bagi ASN, dan Pemkab Batang telah memberikan kesejahteraan melalui Tambahan Pendapatan Pegawai (TPP).

"TPP Staf paling rendah di Pemkab Batang paling kecil Rp 1,5 juta dan paling tinggi untuk pejabat daerah yaitu sekda mencapai Rp 15 juta. Ini cara kita untuk menghilangkan honor tim dan kecuarangan ASN," pungkasnya. (*)

Penulis: dina indriani
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved