Serius Lakukan Pendampingan Dana Desa, Kajari Batang Dinobatkan Sebagai Bunda Sang Pamong Mong

Dikatakan Nova, pendampingan dana desa sudah dilakukan selama 10 bulan, setelah adanya penandatanganan Memorandum of Understanding

Serius Lakukan Pendampingan Dana Desa, Kajari Batang Dinobatkan Sebagai Bunda Sang Pamong Mong
Tribunjateng.com/Dina Indriani
Kejari Batang, Nova Elida Saragih didampingi Kasi Datun, Kajari Batang Dista Anggar saat menerima penghargaan dari organisasi sang pamong mong desa, Rabu (19/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dina Indriani

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Kepala Kejaksaan Negeri Batang Nova Elida Saragih dinobatkan sebagai Bunda Sang Pamong Mong, predikat itu diberikan karena komitmennya dalam melakukan pendampingan kepada Kepala Desa do Kabupaten Batang.

"Saya sangat berterimakasih dan apresiasi atas penobatan ini kepada seluruh Kepala Desa yang tergabung dalan organisasi Sang Pamong Mong," tutur Kajari Batang, Nova Elida Saragih, Rabu (19/12/2018).

Dikatakan Nova, pendampingan dana desa sudah dilakukan selama 10 bulan, setelah adanya penandatanganan Memorandum of Understanding (Mou).

Menurutnya, Kejaksaan tidak hanya berpangku tangan akan tetapi bergerak langsung melakukan pendampingan dengan jemput bola ke desa-desa untuk memberikan sosilasi dan memberikan bimtek pengelolaan dana desa sesuai dengan regulasi yang berlaku.

"Apa yang kami lakukan merupakan pendekatan hukum dan pencegahan korupsi, saya tidak ingin ada Kepala Desa yang terkena kasus korupsi dan menjadi tersangka oleh Kejaksaan, sejauh ini di Kabupaten Batang hanya ada tiga Kepala Desa yang melakukan penyimpangan terhadap Dana Desa, namun semua telah selesai dengan pengembalian uang berjumlah Rp 250an Juta, yang kami utamakan adalah menyelamatkan uang negara," jelasnya.

Ia juga menjelaskan jika ada desa yang bermasalah dengan dana desa, itu sebelum adanya MOU dengan Kejaksaan,

"Kalau desa sesuai dengan arahan kami sesuai regulasi, dalam pemeriksaan BPK tidak ada maslaha bebrarti pendampingan dana desa ini tidak sia - sia," ujarnya.

Sementara, Bupati Batang Wihaji mengatakan bahwa pendampingan yang dilakukan Kejaksaan cukup efektif untuk mencegah adanya penyimpangan korupsi dana desa oleh Kepala Desa.

"Selama tidak melanggar aturan saya yakin tidak ada maslah, dan apalagi sudah mou dengan kejaksaan untuk dilakukan pendampingan pengelolaan dana desa yang sesuai regulasi," ujarnya

Disampaikannya juga bahwa sampai pertengahan bulan desember ini di Kabupaten Batang ada 60 dana desa desa ( DD) tahap III yang belum cair. Di 2019 dana desa naik 23 miliar, kalau di rata- rata ada kenikan 100 juta untuk desa

"Bagi dana desa tahap III yang belum cair, saya yakin kalau laporan pertanggungjawaban selesai pasti cair, tapi kalu belum cair juga bisa laporkan ke saya," pungkasnya. (*)

Penulis: dina indriani
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved