Bupati Wihaji dan Direktur PDAM Batang Sepakati Tunda Kenaikan Tarif

Bupati Batang, Wihaji bersama Direktur PDAM, Yulianto menyepakati untuk menunda kenaikan tarif mulai Desember 2018.

Bupati Wihaji dan Direktur PDAM Batang Sepakati Tunda Kenaikan Tarif
Tribun Jateng/ Dina Indriani
Bupati Batang, Wihaji (tengah) didampingi Direktur PDAM, Yulianto (kiri) saat konferensi pers di Ruang Pers Humas Batang, Jumat (21/12/2018).  

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dina Indriani

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Bupati Batang, Wihaji bersama Direktur PDAM, Yulianto menyepakati untuk menunda kenaikan tarif mulai Desember 2018.

Sebelumnya, tarif air bersih di Kabupaten Batang telah mengalami kenaikan yang semula Rp 2500 menjadi Rp 2800 pada Agustus lalu.

Kesepakatan penundaan kenaikan tarif air bersih oleh Bupati Batang dan juga PDAM diumumkan saat konferensi pers bersama media di Ruang Pers Humas Batang, Jumat (21/12/2018).

Bupati Batang Wihaji mengatakan untuk kenaikan tarif air bersih sudah menjadi kesepakatan bersama, dari Dirut PDAM, Pelanggan, dan Kepala Daerah hal itu berdasarkan kebijakan dan beberapa pertimbangan sesuai kesepakatan.

Namun, sejak dinaikkannya tarif yaitu pada bulan Agustus lalu dan sudah berjalan nyatanya mendapat kritik dari masyarakat terkait pelayanan PDAM dan juga masukan mngenai kebijakan tarif PDAM.

"Kalau untuk kenaikan memang itu sudah jadi kesepakatan bersama sebelumnya, kita lakukan pada Agustus nah berjalannya waktu sampai Desember ini banyak masyarakat yang mengkritik entah dari pelayanan juga terkait kebijakan tarif," terang Bupati Wihaji.

Banyaknya kritik dan masukan dari masyarakat menjadi satu diantara pertimbangan Pemkab dan juga PDAM untuk melakukan penundaan kenaikan tarif pada bulan Desember dan tarif kembali normal pada Januari Tahun 2019.

Bupati Wihaji menjelaskan penundaan kenaikan diberlakukan sampai PDAM meningkatkan pelayanan sesuai kualitas, kuantitas dan juga kontinuitas.

"Penundaan ini berlaku sementara saja, sampai waktunya nanti, kita beri waktu untuk PDAM meningkatkan kualitas, kuantitas, dan kontinuitasnya. Karna kalau masalah kenaikan tarif memang sudah saatnya itu sudah jadi kesepakatan karna saya pun tidak mau jika PDAM merugi, itu bisa berdampak pada gaji karyawan mau pun alat-alatnya," jelasnya.

Sementara, Direktur PDAM Yulianto berdalih pihaknya sudah melaksanakan tugas dan pelayanan dengan maksimal kepada masyarakat dengan meningkatkan SDM mau pun teknis.

"Selaku pihak pelaksana kami sudah bekerja untuk melaksanakan tugas dan pelayanan kepada masyarakat dengan semaksimal mungkin, entah dari sisi SDM mau pun teknis. Kualitas, Kuantitas dan Kontinuitas juga menjadi acuan , namun yang dipandang masyarakat pelanggan belum maksimal melayani," terangnya.

Ia pun menjelaskan bahwa tujuan kenaikan tarif tak lain untuk peningkatan pelayanan dan juga untuk PDAM bisa berlanjut serta berkesinambungan.

"Saat ini kami stop pelanggan baru dengan jumlah pelanggan sekarang sudah hampir mencapai 47 ribu, kami juga akan terus berusaha untuk menambah kapasitas debit," pungkasnya. (din)

Penulis: dina indriani
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved