Ribuan Santri Ikuti Muhasabah Wat Tarbiyah di Ponpes Askhabul Kahfi Mijen Semarang

Ribuan santri mendengarkan nasihat dan arahan pengasuh ponpes menjelang libur panjang semester gasal, di Kampus 3 Pondok Pesantren Askhabul Kahfi.

Ribuan Santri Ikuti Muhasabah Wat Tarbiyah di Ponpes Askhabul Kahfi Mijen Semarang
IST
Pengasuh Ponpes Askhabul Kahfi KH. Masruchan Bisri memberikan arahan dan nasihat kepada para santri menjelang libur panjang semester gasal, di Kampus 3 Pondok Pesantren Askhabul Kahfi, Kelurahan Karangmalang, Kecamatan Mijen, Kota Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Muhasabah wat Tarbiyah di Pondok Pesantren Askhabul Kahfi merupakan suatu kegiatan pesantren yang bersifat situasional, termasuk menjelang libur panjang setelah penilaian akhir semester (PAS) gasal.

Ribuan santri mendengarkan nasihat dan arahan pengasuh ponpes menjelang libur panjang semester gasal, di Kampus 3 Pondok Pesantren Askhabul Kahfi, Kelurahan Karangmalang, Kecamatan Mijen, Kota Semarang.

Dalam acara ini, Pengasuh Ponpes Askhabul Kahfi KH. Masruchan Bisri memberikan arahan dan nasihat kepada para santri, agar supaya memiliki 5 kriteria umat Nabi Muhammad SAW.

Kriteria umat Nabi Muhammad SAW :

  1. Berakhlaklah kepada manusia dengan akhlak yang baik

Adapun sifat-sifat yang selalu melekat pada diri orang-orang yang bersama Nabi (para sahabatnya) setiap saat ialah, lembut, kasih sayang, dan berakhlak baik kepada siapapun, sesuai dengan hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi, yang artinya “Bertaqwalah kepada Allah SWT dimanapun kamu berada, dan ikutilah/iringilah perbuatan jelek itu dengan perbuatan yang baik, maka perbuatan baik itu akan menghapus perbuatan yang jelek, dan berakhlaklah kepada manusia dengan akhlak yang baik”.

Dalam hadits yang lain, artinya “ Allah tidak akan mengasihi kepada orang yang tidak mengasihi kepada manusia/orang lain “. ( HR. Bukhori, Muslim dan At-Tirmidzi )

  2. Berkasih sayang kepada sesama orang mukmin

Kasih sayang orang mukmin terhadap orang mukmin yang lain, seperti digambarkan oleh Rosulullah SAW dalam suatu hadits yang shohih, yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Imam Ahmad dari Abi Hurairah, artinya: “ Perumpamaan orang-orang mukmin dalam sikap saling mencintai, mengasihi, dan saling ber-empati diantara mereka, seperti satu tubuh, ketika ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuh yang lain ikut bersimpati, dengan tidak bisa tidur dan demam”.

Dalam hadits yang lain : “ Orang mukmin satu dengan orang mukmin lainnya, seperti sebuah bangunan yang antara satu bagian dengan bagian lain saling menopang dan saling menguatkan”. (HR. Bukhori, Muslim, At-Tirmidzi, dan An-Nasa`i ).

Halaman
1234
Penulis: Abduh Imanulhaq
Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved