Foto-foto Lawas Kelahiran Gunung Anak Krakatau 1929, Mulai Tumbuh dari Kedalaman Laut 180 Meter

Foto-foto kelahiran Gunung Anak Krakatau, muncul setelah ledakan Krakatau 1883 yang mengakibatkan tsunami setinggi 40 meter

Foto-foto Lawas Kelahiran Gunung Anak Krakatau 1929, Mulai Tumbuh dari Kedalaman Laut 180 Meter
GEO MAGZ: Stehn (1929)
Foto-foto Lawas Kelahiran Gunung Anak Krakatau 1929 Mulai Tumbuh dari Kedalaman Laut 180 Meter 

TRIBUNJATENG.COM - Tsunami Selat Sunda yang terjadi pada Sabtu (22/12/2018) malam sekitar pukul 21.33 WIB, menerjang pantai di Kabupaten Pandeglang, Serang, dan Lampung Selatan.

Badan Geologi mendeteksi pada pukul 21.03 WIB Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi kembali dan menyebabkan peralatan seismograf setempat rusak.

Saat itu, seismik Stasiun Sertung merekam adanya getaran tremor terus menerus, namun tidak ada frekuensi tinggi yang mencurigaikan.

Kemungkinan, material sedimen di sekitar Anak Gunung Krakatau di bawah laut longsor sehingga memicu tsunami.

Video Asal-usul Gunung Anak Krakatau, Tumbuh Cepat 4 Meter per Tahun

Pertumbuhan Kerucut Gunung Anak Krakatau Sangat Cepat, Akankah Meletus Dahsyat Seperti Tragedi 1883?

Letusan Gunung Krakatau 1883 Bisa Jadi Kunci Jawaban Lenyapnya Benua Atlantis

Film Krakatoa The Last Days Kisahkan Gunung Krakatau Meletus 1883, Letusan Dahsyat Sebelum Tsunami

Letusan Gunung Krakatau 1883 Setara dengan 21 Ribu Bom Atom, Lebih dari 36 Ribu Nyawa Jadi Tumbal,

Kesaksian Pejabat Hindia Belanda Tentang Gunung Krakatau Meletus 1883, Sebabkan Tsunami

Perlu diketahui, erupsi anak Krakatau kini terjadi hampir setiap hari sejak 29 juni 2018.

Setelah Gunung Krakatau meledak pada tahun 1883 hingga mengakibatkan tsunami setinggi 40 meter, sang anak Krakatau pun tumbuh.

Dikutip dari Geo Magz, Majalah Geologi milik Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Gunung Anak Krakatau lahir ke permukaan laut pada 15 Januari 1929.

"Pada 20 Januari 1929, asap meniang keluar dari tumpukan material gunung api yang baru muncul di permukaan, yang mulai tumbuh dari kedalaman laut 180 m. Itulah gunung yang baru lahir yang diberi nama Gunung Anak Krakatau. Anak gunung api ini tumbuh 4 m per tahun dan mempesona banyak orang," demikian adalah pernyataan yang ditulis dalam majalah milik Kementerian ESDM itu.

Sejak Gunung Anak Krakatau muncul di permukaan laut pada tahun 1929 hingga saat ini, pertumbuhan Gunung Anak Krakatau ini terbilang cepat. Selama 80 tahun atau sampai dengan tahun 2010, tingginya sudah mencapai 320 meter di atas permukaan laut. Estimasi percepatan pertumbuhannya rata-rata mencapai 4 meter per tahun.

Berikut ini adalah foto kelahiran Gunung Anak Krakatau pada 20 Januari 1929. Saat itu tinggi pulau 1,5 meter dan diameter 4 meter:

Foto-foto Lawas Kelahiran Gunung Anak Krakatau 1929 Mulai Tumbuh dari Kedalaman Laut 180 Meter. Ia lahir setelah Gunung Krakatau meledak pada tahun 1883 yang menyebabkan tsunami setinggi 40 meter
Foto-foto Lawas Kelahiran Gunung Anak Krakatau 1929 Mulai Tumbuh dari Kedalaman Laut 180 Meter. Ia lahir setelah Gunung Krakatau meledak pada tahun 1883 yang menyebabkan tsunami setinggi 40 meter (GEO MAGZ: Stehn (1929))

Tahun 1883 Krakatau Pernah Meletus Sebabkan Tsunami Banten dan Lampung Setinggi 40 Meter

Erupsi Setiap Hari Sejak 29 Juni 2018, Gunung Anak Krakatau Tumbuh 4 Meter per Tahun

Gunung Anak Krakatau Erupsi Tiap Hari Sebabkan Tsunami Banten, Status Waspada Ditetapkan Sejak 2012

Halaman
1234
Penulis: Wilujeng Puspita Dewi
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved