Inilah Orang Pertama yang Kabarkan Tsunami Banten Beserta Video, Sempat Dibantah BMKG dan BNPB

Musibah Tsunami Selat Sunda yang menerjang Banten dan Lampung begitu mengagetkan semua kalangan, sempat dibantah BMKG dan BNPB

Inilah Orang Pertama yang Kabarkan Tsunami Banten Beserta Video, Sempat Dibantah BMKG dan BNPB
ACT
Hingga 12 jam pascatsunami menggulung, BMKG menduga, tsunami yang terjadi Sabtu (22/12) malam tadi, diakibatkan oleh aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Musibah Tsunami Selat Sunda yang menerjang Banten dan Lampung begitu mengagetkan semua kalangan. Tsunami Selat Sunda datang tiba-tiba dan merenggut ratusan korban jiwa dan luka. 

Termasuk di dalamnya, personel dan manager Band Seventeen yang sedang tampil di pantai.

Kabar tentang Tsunami di Pantai Anyer, Banten sebenarnya untuk pertama kali diunggah oleh pemilik akun Twitter, @BiLLRaY_.

@BiLLRaY_memposting video detik-detik air laut naik ke permukaan.

Air laut seperti bah itu menerjang Pantai Anyer, Banten, Sabtu (22/12/2018) malam.

Letusan Gunung Krakatau 1883 Setara dengan 21 Ribu Bom Atom, Lebih dari 36 Ribu Nyawa Jadi Tumbal,

Lama Tak Muncul, Ini Penjelasan Mbah Surono Tentang Longsor Anak Krakatau Picu Tsunami Selat Sunda

Kesaksian Pejabat Hindia Belanda Tentang Gunung Krakatau Meletus 1883, Sebabkan Tsunami

Foto-foto Lawas Kelahiran Gunung Anak Krakatau 1929, Mulai Tumbuh dari Kedalaman Laut 180 Meter

Erupsi Setiap Hari Sejak 29 Juni 2018, Gunung Anak Krakatau Tumbuh 4 Meter per Tahun

Tahun 1883 Krakatau Pernah Meletus Sebabkan Tsunami Banten dan Lampung Setinggi 40 Meter

Video gelombang menerjang Pantai Anyer itu beredar pukul 21.15 WIB.

@BiLLRaY_saat itu sudah mengatakan kalau air pasang yang terjadi adalan tsunami.

“Innalillahi wainnalillahi roji'un. Tsunami/Air laut pantai Anyer naik pukul 21.15 WIB,” tulis @BiLLRaY_.

Dalam video yang diunggahnya terlihat air laut menerjang masuk ke sebuah hotel di Pantai Anyer.

“Allahu akbar, air laut naik,” begitu suara terdengar di video.

Halaman
1234
Editor: m nur huda
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved