Kesaksian Pejabat Hindia Belanda Tentang Gunung Krakatau Meletus 1883, Sebabkan Tsunami

Seorang pejabat Hindia Belanda yang ditempatkan di Lampung memberi kesaksian tentang Gunung Krakatau meletus pada 1883.

Kesaksian Pejabat Hindia Belanda Tentang Gunung Krakatau Meletus 1883, Sebabkan Tsunami
KOMPAS/RIZA FATHONI
Aktivitas letupan abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terpantau dari udara yang diambil dari pesawat Cessna 208B Grand Caravan milik maskapai Susi Air, Minggu (23/12/2018). 

TRIBUNJATENG.COM - Gunung Krakatau yang berada di Selat Sunda meletus pada 26 Agustus 1883, 135 tahun yang lalu.

Letusannya yang begitu dahsyat melahirkan Gunung Anak Krakatau.

Dalam Majalah Intisari edisi Agustus 1983, letusan Gunung Krakatau disebut 21.574 kali lebih kuat dibandingkan bom atom.

Bahkan letusannya itu menghancurkan 60 persen tubuh Gunung Krakatau di bagian tengah dan terbentuklah lubang kaldera.

Letusan tersebut juga terdengar hingga radius 4.600 kilometer dari pusat ledakan di Selat Sunda.

Tak hanya letusannya yang dahsyat, meletusnya Gunung Krakatau menimbulkan tsunami yang melibas pesisir pantai barat Banten, dari Merak, Anyer, Labuan, Panimbang, Ujung Kulon, hingga Cimalaya, di Karawang, jawa Barat.

Seorang controleur yang ditempatkan di Beneawang, Teluk Semangka, Lampung menyaksikan tanda-tanda meletusnya Gunung Krakatau yang berlangsung selama beberapa hari.

Controleur itu bernama PLC Le Sueur yang merupakan pejabat Hindia Belanda.

Pertumbuhan Kerucut Gunung Anak Krakatau Sangat Cepat, Akankah Meletus Dahsyat Seperti Tragedi 1883?

Foto-foto Lawas Kelahiran Gunung Anak Krakatau 1929, Mulai Tumbuh dari Kedalaman Laut 180 Meter

Letusan Gunung Krakatau 1883 Bisa Jadi Kunci Jawaban Lenyapnya Benua Atlantis

Film Krakatoa The Last Days Kisahkan Gunung Krakatau Meletus 1883, Letusan Dahsyat Sebelum Tsunami

Letusan Gunung Krakatau 1883 Setara dengan 21 Ribu Bom Atom, Lebih dari 36 Ribu Nyawa Jadi Tumbal,

 Inilah Orang Pertama yang Kabarkan Tsunami Banten Beserta Video, Sempat Dibantah BMKG dan BNPB

Le Sueur menuliskan kesaksian meletusnya Gunung Krakatau dalam sebuah surat tertanggal 31 Agustus 1883 yang dikirimkan ke atasannya.

Awalnya Le Sueur mendengar suara dentuman yang begitu keras, ia mengira dentuman tersebut berasal dari meriam kapal, tak ada sedikitpun prasangka dentuman itu berasal dari Gunung Krakatau.

"Pada hari Minggu sore, menjelang pukul empat, sewaktu saya sedang membaca di serambi belakang rumah saya, tiba-tiba saja terdengar beberapa dentuman yang menyerupai letusan meriam," tulisnya dalam surat.

Tak lama setelah kejadian tersebut, air laut mulai naik dan beberapa kampung di pantai sudah tergenang.

Halaman
1234
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved